Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Umar Syaifudin, Pendaki Tektok Andal, Pernah 33 Jam Non Stop Jelajahi Tujuh Puncak Tertinggi Sembalun

Umar Wirahadi • Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:16 WIB
Umar Syaifudin berfoto di puncak Gunung Rinjani saat mengikuti event trail run Rinjani 100 pada Mei 2025 lalu. Ia sudah menjelajahi 7 puncak tertinggi di kawasan Sembalun, Lombok Timur.
Umar Syaifudin berfoto di puncak Gunung Rinjani saat mengikuti event trail run Rinjani 100 pada Mei 2025 lalu. Ia sudah menjelajahi 7 puncak tertinggi di kawasan Sembalun, Lombok Timur.

LombokPost – Jauh sebelum Tektok menjadi tren pendakian sekarang, Umar Syaifudin sudah lebih dulu melakoni sistem pendakian ini. Cara ini dinilai jauh lebih efektif karena waktu yang lebih singkat dan tidak ribet dengan berbagai barang bawaan ketika mendaki. Tapi ada risiko jika terjadi kondisi emergency di lokasi pendakian. 

Pukul 22.00 Wita, hawa dingin kawasan Gunung Rinjani menusuk kulit. Membuat setiap orang bisa menggigil kedinginan. Tapi tidak bagi Umar Syaifudin dan tiga rekannya. 

Di tengah hembusan angin pegunungan, mereka terus melangkah melintasi trek. Targetnya, pukul 05.00 atau paling lambat pukul 06.00 mereka sudah harus berada di puncak Rinjani.

"Saya dan teman-teman hampir mau menyerah waktu itu. Tapi kami sudah buat tekad bulat perjalan harus diteruskan," kata Umar Syaifudin yang menceritakan perjalannya yang dramatis pada Oktober 2025 lalu. 

Mengandalkan head lamp yang menempel di kepala, Umar Syaifudin dan tiga rekannya terus melangkah. Lampu itu harus menyala sepanjang perjalanan. Jika tidak mereka bisa tersesat karena tidak bisa melihat rute. 

Selain head lamp, mereka juga dibekali dengan aplikasi GPX (GPS Exchange Format). Ini adalah alat navigasi yang aman dan memungkinkan pendaki untuk memantau posisi real-time dan mengikuti jalur yang tepat melalui aplikasi smartphone.

"Dengan GPX ini kami tidak khawatir akan tersesat. Karena anytime kami bisa tahu titik koordinat, trek, dan rute yang benar menuju puncak Rinjani," jelasnya.

Setelah bersusah payah melawan rasa dingin dan menaklukkan tanjakan-tanjakan ekstrem, Umar dan kawan-kawan pun sampai di atap Rinjani. Tepat pukul 05.30 Wita. Matahari sudah siap-siap bangkit dari peraduan untuk menyinari bumi. "Ini momen yang luar biasa. Pagi itu kami bisa nikmati sun rise di atas Rinjani," tuturnya dengan riang.

Tidak lupa mereka mengabadikan momen langka itu dengan mengambil banyak foto dan video. Puas menikmati sun rise, mereka pun turun kembali melintasi Letter E Rinjani.

Kali ini perjalan turun jauh lebih gampang daripada saat berangkat. Karena hanya tinggal melintasi turunan demi turunan. Persis pukul 09.00 mereka sudah sampai pintu masuk pendakian Sembalun. "Rasanya plong bisa menaklukkan Rinjani dengan Tektok," ujar Umar. 

Apakah setelah itu mereka pulang? Ternyata tidak. Umar dan tiga rekannya kembali melanjutkan petualangan di alam bebas. Yaitu dengan menjelajahi bukit lainnya di sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Tujuannya adalah Bukit Pergasingan di Sembalun Lawang. 

Kali ini jauh lebih gampang. Dengan kontur bukit yang tidak seekstrem Rinjani, perjalanan ke Pergasingan ia anggap sebagai wisata biasa. "Tidak ada apa-apanya dibandingkan ke Rinjani. Makanya jalan santai aja sambil ambil video dan foto buat konten," papar pemuda 27 tahun itu. 

Umar Syaifudin (kanan) bersama rekannya dari komunitas Berari saat Tek Tok di Tanjakan Cinta jalur pendakian Bukit Anak Dara beberapa waktu lalu.
Umar Syaifudin (kanan) bersama rekannya dari komunitas Berari saat Tek Tok di Tanjakan Cinta jalur pendakian Bukit Anak Dara beberapa waktu lalu.

Nah, setelah dari Bukit Pergasingan itu mereka pun memutuskan untuk pulang dengan rasa bangga dan puas. Perjalanan mendaki ini adalah teknik pendakian secara Tektok.

Yaitu pendakian yang dilakukan secara cepat dengan berpindah-pindah lokasi. Saat ini sistem itu sedang tren di kalangan pendaki. Khususnya anak-anak muda. "Saya sudah Tektok di semua bukit di Sembalun. Beberapa bukit di Lombok Barat juga pernah saya coba," ujar pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur itu. 

Sebelumnya, Umar telah mengikuti sejumlah event pendakian di kawasan Rinjani. Di antaranya dengan mengikut event trail running Rinjani 100.

Ia juga pernah menjajal Sembalun Seven Summit yang digelar Mei 2025. Sesuai namanya, peserta harus menaklukkan tujuh puncak tertinggi di kawasan Sembalun. "Alhamdulillah saya berhasil meskipun dengan susah payah," akunya.

Yaitu Gunung Rinjani sebagai puncak tertinggi dengan ketinggian 3726 mdpl. Lalu Bukit Sempana (2329 mdpl), Bukit Lembah Gedong (2200 mdpl), Bukit Kondo (1937 mdpl), Bukit Anak Dara (1923 mdpl), Bukit Pergasingan (1806 mdpl), dan Bukit Bao Ritip (1500 mdpl).

Semua puncak itu ditaklukkan dalam waktu 33 jam. "Sehingga saya termasuk peserta dari Indonesia yang mendapatkan pengakuan reputasi bagus dari panitia," ungkap Umar dengan perasaan bangga. (*) 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Bukit Anak Dara #TNGR Rinjani #jalur pendakian rinjani #tektok #Taman Nasional Gunung Rinjani