Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tiga Prajurit TNI Gugur saat Bertugas di Lebanon

Redaksi • Rabu, 1 April 2026 | 07:36 WIB
Praka Farizal Rhomadhon (kiri) gugur terkena proyektil, sedangkan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar (kanan) meninggal setelah kendaraan tugas meledak. (Jawa Pos)
Praka Farizal Rhomadhon (kiri) gugur terkena proyektil, sedangkan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar (kanan) meninggal setelah kendaraan tugas meledak.
LombokPost - Praka Farizal Rhomadhon gugur terkena proyektil, sedangkan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan meninggal setelah kendaraan tugas mereka meledak. Keluarga menyebut, Farizal sebenarnya berencana melanjutkan pendidikan kemiliteran dan berharap bisa pindah tugas ke Jawa agar dekat dengan keluarga sepulangnya dari Lebanon.

SEJAK tensi ketegangan di Lebanon meningkat, istri dan keluarga besar Praka Farizal Rhomadhon di tanah air sebenarnya sudah resah. Namun, prajurit yang sehari-hari bertugas di Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) Bireuen, Aceh, itu selalu berusaha menenangkan.

"Beliau sering meyakinkan istrinya yang selalu khawatir. Dia hanya mohon didoakan supaya bisa kembali dengan selamat," ungkap Moh. Fitra Abdul Aziz, kakak ipar Farizal, kepada Jawa Pos yang mewawancarainya lewat telepon dari Jakarta Selasa (31/3).

Baca Juga: Pemerintah Tiongkok Sampaikan Duka Cita untuk Indonesia, Respons Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon usai Diserang Israel

Fitra adalah kakak kandung Fafa Nur Azila, istri Farizal. Pasangan muda itu dikaruniai putri berusia dua tahun, Shanaya. Selama Farizal bertugas di Lebanon sejak tahun lalu, keduanya tetap tinggal di asrama militer yang selama ini mereka tempati di Bireuen.

Tentara 28 tahun yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) itu berasal dari Gunungkidul, Jogjakarta. Sementara itu, sang istri yang tiga tahun lebih muda kelahiran Kebumen, Jawa Tengah.

"Dengan anak istrinya setiap hari dan setiap ada waktu luang pasti video call," tutur Fitra.

Baca Juga: Breaking News: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pos PBB Dihantam Serangan Israel

Apa yang menjadi kekhawatiran istri dan keluarga itu berubah menjadi kabar duka pada Minggu (29/3). Farizal gugur setelah terkena serpihan proyektil yang ditembakkan Israel ke kawasan Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan, tempat kontingen UNIFIL bertugas.

Selasa (31/3), kedukaan mendalam serupa juga dirasakan keluarga besar Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Kedua personel Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFILitu juga gugur setelah kendaraan tugas yang mereka naiki meledak di Bani Haiyyan, Lebanon Selatan. Dua prajurit lainnya di kendaraan yang sama, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto luka berat.

Baca Juga: Kemhan dan TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM Terukur, Alutsista Tetap Prioritas Utama

Lanjutkan Pendidikan

Fitra menyebut, Farizal sebenarnya sudah memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan kemiliteran saat tiba di tanah air. "Almarhum juga berharap bisa pindah tugas di Jogjakarta atau Jawa Tengah biar bisa dekat sama keluarga. Karena dia sangat perhatian ke keluarga," ucapnya.

Selain lewat video call, Farizal rutin memantau tumbuh kembang sang anak di media sosial. Ketika sang istri membagikan video sang putri saat bermain playground di Instagram pada Sabtu (28/3), Farizal memberikan komentar dengan tulisan "nayol" beserta tambahan emotikon love.

Sesaat sebelum gugur, Farizal juga sempat pamit ke Fafa untuk menunaikan salat. "Dan, kata beberapa teman, memang pas serangan, beliau sedang salat," tutur Fitra yang terakhir berkomunikasi dengan Farizal lewat video call pada Lebaran lalu.

Perihal pemakaman, keluarga belum bisa memastikan. "Sedang dalam konfirmasi dengan TNI. Kemungkinan jenazah sampai Jogjakarta Rabu (1/4), apalagi sekarang ada dua lagi prajurit TNI yang juga gugur," paparnya.

Momen Lebaran juga mengingatkan Fitra kepada kejutan Farizal di Idulfitri tahun sebelumnya. Tiba-tiba hadir di depan rumah pada H+4 Lebaran. Padahal, sebelumnya dia mengabarkan belum bisa mudik.

Farizal ketika itu pamit untuk pembekalan UNIFIL. "Namun, di tahun ini, adik kami tersayang ‘pulang’ untuk selamanya," katanya lirih. (RIZKY AHMAD FAUZI, Jakarta/ttg/JPG/r3)

Editor : Redaksi
#gugur #pbb #lebanon #unifil #TNI