LombokPost - Keinginan kuat untuk melaksanakan ibadah haji membuat Rahma, warga Lingkungan Majidi, Kelurahan Pancor, tidak kenal lelah berusaha mewujudkan mimpinya. Meskipun pekerjaannya hanya menjual jajanan tradisional serabi.
Baliho berukuran sekitar 1x1 meter persegi bertuliskan selamat menunaikan ibadah haji 1447 H/2026, dengan foto seorang perempuan tua, terpampang di gang sempit menuju rumah sederhana tanpa pekarangan itu. Rumah itu berdiri di tengah padat pemukiman penduduk.
Di rumah sederhana ini Rahma, 73 tahun, warga Lingkungan Majidi, Kelurahan Pancor, tinggal bersama anaknya. Rahma menjadi salah satu calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini setelah belasan tahun menunggu.
Baca Juga: Dua Kloter Lotim Terima Logistik Haji, Waspada Penipuan Percepat Berangkat Haji
Rahma menceritakan, ia didaftarkan haji pada tahun 2012 oleh almarhum suaminya, setelah sang suami lebih dulu menunaikan ibadah haji satu tahun sebelumnya.
"Pekerjaan suami saya dulu seorang tukang bangunan. Dari upah itu dikumpulkan untuk penyetoran awal," terang Rahma ditemui di rumahnya, Senin (13/4).
Sejak meninggalnya sang suami, Rahma berjuang seorang diri untuk mewujudkan mimpinya menunaikan ibadah haji. Ia sempat merasa pesimis tidak bisa berangkat karena tidak ada yang membantu mengumpulkan biaya haji.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Jemaah Haji Mataram Kloter 5 Masuk Asrama 26 April 2026
Namun, berkat keinginan besar itu, Rahma terus berusaha dengan menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilannya dari berjualan jajanan tradisional serabi untuk memenuhi biaya haji. Meskipun hasil jualannya tidak menentu dan tidak seberapa.
"Penghasilan saya sehari itu paling banyak Rp 150 ribu. Kadang-kadang Rp 60 ribu. Tergantung rezeki," ujarnya.
Namun satu hal yang ia yakini, jika sudah takdir pasti ada jalan dan rezeki dari Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji. Untuk itu, Rahma mencari cara dengan ikut arisan sebesar Rp 10 ribu per hari bersama tetangganya dari sisa kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Muhsinin Tour and Travel Berangkatkan 21 Jamaah Haji Khusus 2026, Targetkan 50 Orang Tahun Depan
Dari hasil arisan inilah, Rahma mencicil sedikit demi sedikit biaya haji di salah satu yayasan yang dipilih menjadi travel pemberangkatan haji. Sehingga tahun ini ia bisa berangkat menunaikan ibadah haji.
"Kalau ada uang Rp 2 juta-Rp 3 juta saya serahkan. Dan Alhamdulillah bisa terkumpul dan tahun ini bisa berangkat," katanya.
Rahma dijadwalkan berangkat pada kelompok terbang (Kloter) pertama NTB pada tanggal 21 April mendatang bersama ratusan jamaah lainnya di Lotim. Semua berkas dan persyaratan ibadah haji diakui sudah siap.
Beberapa hari lalu, Rahma sudah menerima koper, tas, dan logistik lainnya dari kantor Kementerian Haji dan Umrah Lotim. Sejak beberapa bulan terakhir, Rahma sudah beristirahat dari berjualan. Ia ingin fokus mempersiapkan diri ke tanah suci Makkah.
"Sejak puasa itu saya sudah libur jualan," ungkapnya.
Rahma menyebut sejak tahun 1980 ia sudah berjualan serabi di depan gang rumahnya. Jajanan serabi buatannya sudah terkenal di Lotim. Pembeli tidak hanya datang dari Selong, tetapi juga dari luar Selong.
Setiap selesai salat subuh, Rahma sudah bersiap menjajakan serabi dan beberapa jajanan lainnya. Jajanan ini menjadi satu-satunya mata pencaharian Rahma untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari hasil jualan ini, ia juga berhasil mengantar anaknya menjadi seorang guru.
Ia mengaku sangat bersyukur sekaligus terharu setelah namanya keluar sebagai salah satu jamaah yang akan berangkat tahun ini pada kloter pertama.
"Alhamdulillah rasa syukur dan bahagia tidak bisa saya ungkapkan. Karena melihat keadaan ekonomi yang pas-pasan, akhirnya bisa menunaikan ibadah haji. Mudah-mudahan perjalanan kita selamat dan lancar sampai pulang nantinya," tutup Rahma dengan mata berbinar. (SUPARDI, Lombok Timur/r7)
Editor : Redaksi