Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berkunjung ke Desa Penerima Manfaat yang “Dipeluk” Sinyal Komdigi (1), Saat Papan Tulis Pintar dan Serat Optik Masuk Desa Setanggor Lombok Tengah

Lestari Dewi • Jumat, 24 April 2026 | 08:50 WIB
Kini aktivitas belajar mengajar secara digital menjadi lancar dan mudah setelah SMPN 4 Praya Barat mendapat sentuhan stimulus program Kampung Internet dari Kemkomdigi di Desa Setanggor, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Rabu (23/4).
Kini aktivitas belajar mengajar secara digital menjadi lancar dan mudah setelah SMPN 4 Praya Barat mendapat sentuhan stimulus program Kampung Internet dari Kemkomdigi di Desa Setanggor, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Rabu (23/4).

 

Program Kampung Internet Komdigi sukses mendorong transformasi digital di Desa Setanggor, Lombok Tengah hingga mampu mendongkrak omzet UMKM lokal secara signifikan. Program ini juga meningkatkan kualitas pendidikan dan melatih talenta muda menjadi teknisi fiber optik di pelosok desa.

----

CUACA pagi di Desa Setanggor, Kecamatan Pujut, Rabu (22/4) terasa menyengat. Hawa gerah yang membekap tak menghalangi langkah rombongan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menelusuri sudut-sudut desa yang kini bertransformasi menjadi “Kampung Internet”.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Lombok Tengah Ditargetkan Beroperasi 2027

Perjalanan diawali dari kantor desa. Kepala Desa Setanggor Kamaruddin menyambut rombongan dengan raut syukur. Baginya, kehadiran internet bukan sekadar kabel yang membentang di tiang-tiang desa, melainkan napas baru bagi warganya.

Langkah kemudian berlanjut ke SMPN 4 Praya Barat. Di bawah terik matahari, perubahan mulai terasa di ruang kelas. Saat pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berlangsung, para siswa tak lagi kebingungan. Mereka tampak fokus menatap smartboard yang menampilkan materi secara interaktif.

Baca Juga: 19 Desa di Lombok Tengah Terancam Gagal Bangun KDMP

Di ruang guru, suasana juga berubah. Tumpukan buku pelajaran masih tersusun, tetapi kini tak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar. Para guru mulai terbiasa memanfaatkan internet untuk mencari modul terbaru, lalu mendiskusikannya bersama rekan sejawat. Jarak antara kurikulum kota dan desa kian menipis.

Perjalanan berlanjut ke SMK Islam Nurul Qolbi Setanggor. Sebanyak 32 siswa tampak serius mengikuti pelatihan fiber optik. Mereka menyimak arahan teknis dengan saksama, dipersiapkan menjadi tenaga yang akan menjaga jaringan internet di daerahnya sendiri.

Baca Juga: ITDC Benahi Tanjung Aan, Wisata Makin Nyaman

Suasana berbeda terasa saat rombongan singgah di sebuah warung buah milik warga. Isnawati, 31 tahun, menyambut dengan tawa lepas. Di sela melayani pembeli, ia sesekali melirik ponselnya yang digunakan untuk siaran langsung.

“Alhamdulillah, sekarang tidak perlu lagi beli voucher ketengan di tetangga yang cuma tahan beberapa jam,” katanya sambil tersenyum.

Dari sisi ekonomi desa, pelaku UMKM Isnawati harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah setiap bulan untuk internet yang tidak stabil.

Kini, melalui program Komdigi, akses internet gratis membuat usahanya berkembang. Omzet warungnya mencapai Rp 20 juta per bulan. Transaksi sudah menggunakan QRIS, sementara promosi dagangannya menjangkau pembeli di luar desa.

Isnawati merupakan satu dari 66 pelaku UMKM di Desa Setanggor yang merasakan manfaat program tersebut. Internet menjadi jembatan yang memperluas pasar sekaligus mendukung kebutuhan pendidikan keluarganya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#kampung internet #UMKM #Lombok Tengah #pendidikan #komdigi