Di balik performa agresifnya merebut podium Kejurnas MRS 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, pembalap muda Resky YH mencuri hati penonton lewat keramahan sikapnya di luar sirkuit.
----
Di tengah riuh atmosfer Kejurnas Indonesia Junior Talent Cup Mandiri Racing Series (MRS) 2026 Round 2, perhatian ratusan pasang mata tertuju pada remaja tangguh berjersei Astra Motor Racing Team - Yogyakarta. Ia Resky YH, pembalap muda bernomor motor 105 yang sukses menyihir sirkuit kebanggaan NTB itu.
Sabtu siang itu menjadi momen tak terlupakan bagi Resky. Memacu kuda besinya di lintasan sepanjang 4,31 kilometer, ia terlibat aksi saling salip yang mendebarkan pada Race 1. Dengan ketenangan di atas rata-rata anak seusianya, Resky melesat bak anak panah. Ia mencatatkan waktu terbaik 2 menit 06.725 detik.
Drama terjadi hingga tikungan terakhir menjelang garis finis. Resky berhasil menahan gempuran habis-habisan dari Ahmad Azel Savero yang menguntit ketat di posisi kedua. Selisihnya sangat tipis, hanya 0.118 detik.
Begitu bendera finis berkibar menandakan kemenangan Resky di posisi pertama, gemuruh sorak-sorai kru tim dan penonton langsung pecah di area paddock.
Namun, daya tarik lain dari Resky YH justru terlihat setelah selebrasi resmi usai. Di balik riuh panggung podium, di tengah lelah yang masih menjalar setelah memeras fisik di lintasan, sisi ramahnya muncul. Remaja ini mendadak dikerumuni beberapa penggemar lokal.
Tanpa jarak dan tanpa pengawalan ketat, Resky ramah melayani satu per satu ajakan berswafoto. Ia melempar senyum ke kamera ponsel penggemar. Dengan sabar, ia juga meladeni obrolan kecil penonton yang kagum dengan aksi balapnya. Keramahan itu berbanding terbalik dengan gaya balapannya yang agresif dan tanpa kompromi di atas aspal.
Memasuki Race 2 hari berikutnya, keberuntungan sedikit bergeser. Dalam balapan sepanjang delapan putaran yang melelahkan, giliran pembalap tuan rumah NTB Gian Muhammad Gibran yang mengambil alih podium tertinggi.
Resky mengaku cukup senang dengan raihan pada putaran kedua ini. Ia memang mengincar poin tertinggi pada putaran ini karena dipastikan absen di putaran berikutnya. Jadwal MRS putaran ketiga diketahui bentrok dengan balapan Asia Talent Cup (ATC).
Baca Juga: Presale 1 MotoGP Resmi Dibuka, Tiket Early Bird Sold Out
“Pada race satu ya tetap fokus saja, push saat mendekati last lap,” katanya kepada Lombok Post.
Resky menuturkan, dirinya sudah terjun di dunia balap sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Pengenalan dini itu tak lepas dari sosok sang ayah yang dulunya juga berkecimpung di dunia balap. Mengidolakan Marc Marquez dan Fabio Quartararo, impiannya menjadi pembalap dunia didukung penuh keluarga.
“Balapan ini sangat didukung penuh oleh papa dan keluarga,” kata anak kedua dari tiga bersaudara ini.
Baca Juga: Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, BIZAM dan PLN Resmikan SPKLU
Persaingan di kelas U-15 diakuinya sangat ketat dan sengit. Demi menjaga performa, Resky rutin berlatih di Sirkuit Mijen Semarang dan Sirkuit Mandala Krida Yogyakarta.
Menariknya, demi menyiasati padatnya jadwal balap, remaja yang kini duduk di kelas IX itu berencana beralih ke metode homeschooling. Langkah ini diambil demi memuluskan jalannya mengejar mimpi di dunia balap motor internasional.
Dengan jam terbang yang mulai tinggi, Resky tercatat sudah pernah tampil dalam satu putaran di ajang bergengsi Asia Talent Cup. Targetnya di Kejurnas MRS tahun ini pun tidak main-main. Keluar sebagai juara umum.
Editor : Akbar Sirinawa