Datang sebagai juara umum Porprov NTB XI 2023, PORSEROSI Lombok Tengah kini memikul target lebih berat. Sebanyak 17 atlet muda disiapkan memburu 20 medali sekaligus membuka jalan menuju PON 2028.
----
Di antara 702 anggota kontingen Lombok Tengah yang memenuhi halaman Kantor Bupati, Jumat pagi, satu barisan mencuri perhatian. Atlet-atlet muda membawa papan Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (PORSEROSI) Loteng, melangkah rapi menuju lapangan utama sebelum dilepas berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII.
Di sisi barisan, Lalu Muhammad Nasir sibuk memberikan instruksi terakhir kepada anak asuhnya. Di tengah riuh seremoni pelepasan, gurat optimisme terlihat dari wajah sang pelatih.
“Kondisi anak-anak sangat siap bertarung. Tinggal bagaimana mereka mengeksekusinya di lapangan. Semoga Yang Maha Kuasa memberikan jalan terbaik,” ujar Pelatih PORSEROSI Loteng Lalu Muhammad Nasir Nasir.
PORSEROSI Loteng datang ke Porprov kali ini bukan sebagai pelengkap. Mereka menyandang status juara umum Porprov NTB XI 2023 dengan koleksi tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu.
Prestasi itu kini menjadi pelecut sekaligus beban bagi Nasir dan anak asuhnya. KONI Loteng memberikan target tinggi pada Porprov NTB XII.
“Target kali ini memang sangat berat. Dengan adanya penambahan nomor lomba, otomatis medali yang diperebutkan semakin besar. Kami dibebankan target meraih 20 medali, dengan rincian 10 emas untuk sepatu roda dan 6 emas untuk skateboard,” bebernya detail.
Persiapan untuk menuntaskan target itu telah dijalani sejak enam bulan lalu. Pada Januari, para atlet mengikuti Pelatihan Daerah (Pelatda) di Kota Malang, Jawa Timur. Fisik dan mental mereka ditempa melalui latihan rutin setiap pagi dan sore.
Setelah kembali ke Lombok, porsi latihan semakin ditingkatkan. Atlet kategori keterampilan dan trik berat menjalani latihan minimal 10 jam sehari di Kota Praya. Sementara itu, skuad skateboard mematangkan trik dan ketangkasan dengan memanfaatkan fasilitas di Kota Mataram.
Pada Porprov tahun ini, PORSEROSI Loteng menurunkan kombinasi atlet muda berusia 10 hingga 20 tahun. Sebanyak 17 atlet dikirim, terdiri atas delapan atlet sepatu roda kelas speed, enam atlet kelas slalom, dan tiga skater andalan.
Ditanya mengenai peta persaingan, Nasir menyebut peluangnya fifty-fifty. “Lawan terberat kami masih Kota Mataram dan Lombok Barat. Tapi kami tidak gentar,” tegasnya menggebu.
Ambisi meraih emas bukan tanpa alasan. Porprov NTB XII dibidik sebagai batu loncatan menuju PON 2028. Rekam jejak mereka di tingkat nasional juga cukup menjanjikan.
Baca Juga: Akhir Pekan di Bawah Tenda Lembah Datu, Anak Muda Ikut Mengelola dan Membuka Peluang Ekonomi Baru
Pada Pra-PON di Semarang tahun lalu, dua atlet Loteng berhasil menempati posisi kedua. Keduanya berhak mewakili NTB bertarung di Aceh dan Sumatera Utara.
“Walau hasilnya di PON kemarin belum sepenuhnya memuaskan, tapi fakta bahwa atlet Loteng bisa menembus panggung nasional adalah bukti kami punya kualitas,” pungkas Nasir.
Editor : Akbar Sirinawa