Mario Aji dan Veda Ega Pratama menjalani latihan adaptasi di Sirkuit Mandalika menjelang MotoGP Mandalika 2026 untuk mengasah dan mengenal karakter lintasan. Meski diwarnai kendala teknis dan terpaan angin kencang, kedua pembalap muda Indonesia ini tampil penuh fokus tanpa terbebani target tinggi.
----
Matahari menjelang Asar masih berpijar terik di atas Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah. Namun, sengatan panas perlahan terkikis embusan angin kencang dari pesisir selatan. Di tengah sapuan angin sore, deru mesin mulai memecah kesunyian sirkuit kebanggaan Indonesia itu.
Baca Juga: Pemkab Loteng Gandeng Taspen Life Lindungi ASN
Dua talenta muda Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, sibuk di area pit lane. Mario merupakan pembalap Moto2, sedangkan Veda berlaga di kelas Moto3. Keduanya ikut menyiapkan motor yang akan digeber di lintasan Mandalika.
Motor yang digunakan sore itu bukan spesifikasi balap resmi Grand Prix. Namun, detail kecil tetap mendapat perhatian. Mario dan Veda ikut memasang pemanas ban untuk menjaga temperatur serta menempelkan stiker nomor balap di area fairing.
Setelah kesiapan motor dipastikan, keduanya mengenakan baju balap lengkap. Suasana di area pit pun berubah. Raut santai berganti tatapan tajam sebelum mereka memasuki lintasan.
Baca Juga: Tenis Meja Loteng Sabet Dua Emas di Porprov NTB 2026
Sesi latihan adaptasi itu menjadi bagian dari persiapan menjelang MotoGP 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9—11 Oktober. Namun, tantangan teknis langsung menghampiri Veda.
Pembalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta, itu awalnya dijadwalkan melahap lima putaran. Kendala mesin memaksanya mengakhiri latihan lebih awal setelah menyelesaikan dua lap.
“Latihan hari ini kurang puas karena ada kendala motor, jadi hanya bisa dua lap saja,” tutur Veda.
Meski demikian, raut senang tetap terlihat di wajahnya. “Intinya saya senang bisa kembali memacu adrenalin di Sirkuit Mandalika. Lintasan sirkuitnya mantap,” tambahnya.
Baca Juga: Dipuji Pembalap dan Dorna, Desain Trofi MotoGP Mandalika Dipertahankan
Mario menjalani skenario berbeda. Pembalap asal Madiun, Jawa Timur, itu berhasil menuntaskan tujuh lap untuk kembali beradaptasi dengan karakter lintasan Mandalika yang dikenal memiliki titik buta dan terpaan angin kencang.
“First impression latihan di Sirkuit Mandalika bersih, sangat oke. Tadi juga pertama keluar sesi latihan langsung ada grip-nya,” ujar Mario santai.
Mario menambahkan, latihan itu diprioritaskan untuk mengenali karakter lintasan, bukan mengejar catatan waktu terbaik. “Masih ada waktu latihan lagi, saya rasa cukup,” ucap pembalap nomor 64 itu.
Baca Juga: Khusus Warga NTB, Tiket MotoGP Indonesia 2026 Diskon 50 Persen, Ini Rincian Harganya
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola mengajak masyarakat memberikan dukungan tanpa membebani kedua pembalap dengan tekanan berlebihan. Menurut dia, proses dan kematangan mental Mario maupun Veda di pentas internasional perlu terus didukung.
“Veda dan Mario Aji jangan terlalu banyak diberi pressure. Biarkan mereka menikmati prosesnya. Saya yakin hasilnya akan maksimal,” pungkas Ananda.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post