Cuaca Ekstrem di Selat Bali, Tiga Hari Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Buka-Tutup

Redaksi • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 14:38 WIB
PRIORITASKAN KESELAMATAN: Sejumlah wisatawan asing menunggu dibukanya kembali Pelabuhan ASDP Ketapang, Selasa (28/7). (JAWA POS)
PRIORITASKAN KESELAMATAN: Sejumlah wisatawan asing menunggu dibukanya kembali Pelabuhan ASDP Ketapang, Selasa (28/7). (JAWA POS)

LombokPost - Selama tiga hari terakhir, PT ASDP baru membuka layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk begitu kecepatan angin dan tinggi gelombang kembali dalam batas aman. Ada penumpang yang sempat merasakan 2,5 jam kapalnya terjebak karena hempasan ombak.

PURNOMO hanya bisa pasrah. Kapal yang dia naiki di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, diterjang ombak tinggi.

“Saya terus berdoa supaya diberi keselamatan,” kata warga Desa Grajagan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, yang hendak pulang ke kampung halamannya itu kepada Radar Banyuwangi Grup Jawa Pos, Selasa (28/7).

Baca Juga: Pangkas Waktu Henti Operasional Truk, KTB Hadirkan Fuso Service Center Pertama dan Satu-satunya di Sandai Ketapang

Dua setengah jam lamanya kapal yang dinaiki Purnomo sempat terjebak sebelum akhirnya bisa melanjutkan perjalanan dan sampai di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pukul 14.15, Selasa (28/7). Ada banyak penumpang dan calon penumpang yang, seperti Purnomo, juga terdampak tingginya gelombang di Selat Bali belakangan ini.

Sebagian di antaranya merupakan turis asing. Mereka harus menunggu lama di pelabuhan karena belum bisa menyeberang ke Bali.

Cuaca ekstrem yang melanda perairan Selat Bali selama tiga hari terakhir membuat PT ASDP menerapkan sistem buka-tutup di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk. Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, PT ASDP juga mengaktifkan buffer zone selama penutupan berlangsung.

Baca Juga: Antrean di Ketapang Surut, Gilimanuk Mulai Mengular: ASDP Berlakukan Sistem Tiba Bongkar Berangkat

Penutupan pelabuhan diberlakukan sejak Senin (27/7) dan berlangsung hingga dua jam. Pada Selasa (28/7), penutupan bahkan terjadi dua kali, yaitu pukul 10.11–12.45 WIB dan 16.35–17.55 WIB akibat cuaca buruk.

Rabu (29/7), penutupan kembali terjadi. Berdasarkan laporan BPTD Ketapang, penghentian operasional penyeberangan dilakukan mulai pukul 10.02 WIB. Penutupan tersebut berlangsung sekitar 1 jam 38 menit. Pelayanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk kembali dibuka pukul 11.40 WIB.

General Manager ASDP Ketapang Arief Eko Kurniansjah mengatakan, pihaknya memastikan setiap keputusan penghentian maupun pembukaan kembali layanan dilakukan berdasarkan perkembangan cuaca. Langkah tersebut merupakan hasil koordinasi bersama KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Satpel Pelabuhan Penyeberangan BPTD Kelas II Jawa Timur, BMKG, dan kepolisian.

Baca Juga: Bali Belum Peak Season, Kemacetan Ketapang Sudah 7,7 Km: Disiasati dengan Skema Tiba Bongkar Berangkat

“Keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap layanan penyeberangan. Penundaan operasional dilakukan semata-mata sebagai langkah mitigasi risiko ketika kondisi cuaca belum memenuhi standar keselamatan pelayaran," ujarnya.

Perkuat Pemantauan Cuaca

Menurut Arief, begitu kecepatan angin dan tinggi gelombang kembali berada dalam batas aman, layanan akan dibuka kembali. ASDP juga memperkuat pemantauan cuaca maritim bersama BMKG. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah operasional secara cepat dan tepat ketika cuaca ekstrem berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran.

ASDP juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan. Salah satunya dengan mengaktifkan buffer zone di kawasan Bulusan.

Kawasan tersebut digunakan sebagai lokasi penampungan sementara kendaraan yang belum dapat menyeberang akibat penghentian layanan. "Setelah kondisi cuaca membaik, kami akan mengoptimalkan penambahan armada untuk mempercepat penguraian antrean," katanya.

Pengaturan arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang juga dilakukan bersama Polres Banyuwangi. Langkah tersebut bertujuan agar antrean kendaraan tidak menimbulkan kepadatan berlebihan di sekitar kawasan pelabuhan.

Di sisi lain, ASDP memastikan hak pengguna jasa tetap terlindungi apabila terjadi penundaan akibat cuaca ekstrem. “Tiket yang telah dibeli tetap berlaku dan dapat digunakan kembali setelah operasional penyeberangan dibuka,” kata Arief. (Fredy Rizki Manunggal, Banyuwangi/aif/ttg/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
ketapang asdp selat bali pelabuhan gilimanuk