LombokPost--Devi bertemu kembali dengan sang suami, Deni, yang tak bisa dihubungi sejak kabar terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 tersebar.
Adapun pemeriksaan Biddokkes Polda Jatim menunjukkan, kelima korban meninggal tersebab sesak napas dan lemas karena kebanyakan meminum air laut.
-----------------------
ISAK tangis pecah di area Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, saat Deni Tristiawan berjalan menuju pintu kaca transparan Senin (3/8).
Dari balik pintu yang memisahkan ruang pemeriksaan, posko informasi, dan area luar itu, pria 35 tahun tersebut hanya bisa melambaikan tangan serta mengirim tatapan haru kepada sang istri, Devi, yang setia menanti di ruang tunggu.
Meski hanya beberapa detik, pertemuan singkat yang dibatasi kaca itu menjadi penawar kecemasan yang membuncah.
“Alhamdulillah, yang penting selamat. Lega bisa bertemu langsung walau masih sebentar," ujar Deni saat ditemui di sela proses pendataan Senin (3/8) dini hari.
Pria yang bekerja sebagai sopir tronton muatan besi dan koil itu mengungkapkan, saat dikepung api, fokus utamanya hanya bagaimana caranya selamat dan segera berkumpul kembali dengan keluarga.
Setelah melalui situasi mencekam di tengah laut, keberhasilan evakuasi menuju daratan dirasakannya sebagai mukjizat.
Sedangkan Devi menuturkan, akses komunikasi dengan Deni sempat terputus total sejak Minggu (2/8) pagi.
Persisnya setelah sang suami memberikan kabar keberangkatan kapal.
“Biasanya selalu memberi kabar di perjalanan, tapi tadi ponselnya mendadak mati sampai saya lihat rekaman live di TikTok,” tutur Devi dengan nada bergetar.
“Dikabari” TikTok
Di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya, Yeremiah Andika mengenang sang paman, Sari Sukoco, sebagai sosok pekerja keras nan tangguh.
Sejak SMP, Sukoco telah ikut bekerja sebagai kernet truk hingga kini berprofesi sebagai sopir angkutan lintas kota lintas pulau.
Tapi, setiap perjalanan selalu ada titik akhirnya. Pada Sabtu (1/8) lalu, Sukoco rencananya bakal mengirim bahan baku konstruksi dari Jakarta ke Maros, Sulawesi Selatan, dengan menumpang KM Mutiara Sentosa 2.
Tapi, kapal rute Surabaya-Makassar itu terbakar di perairan Sumenep, Madura.
Dan, Sukoco termasuk dalam lima korban meninggal.
“Dapat share-share foto, kondisi paman sudah meninggal dunia,” terang Yerry, sapaan Yeremiah, saat menunggu di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Surabaya Senin (3/8) siang.
Elly Sri Rahayu, kakak Sari, mengungkapkan, informasi terkait sang adik yang meninggal dunia justru didapatkan dari video TikTok.
“Ponakan saya yang di desa itu ngikutin TikTok. Jadi, dia lihat di video adik saya pas di perairan, dinaikkan ke kapal Basarnas,” ujar Elly.
Wisnu juga harus berpisah untuk selamanya dengan sang adik, Sri Indratmo Wijaya.
Baca Juga: Pemkab Loteng Cari Lahan Aman untuk SPAM Baru
Kabar duka itu diterimanya dari keluarga besar yang tinggal di Pati, Jawa Tengah.
”Ada informasi dari grup-grup WhatsApp (WA). Terus pihak desa datang ke rumah ngabarin keluarga,” terang Wisnu.
Anak pertama dari empat bersaudara tersebut mengenang sang adik sebagai pribadi yang humoris.
Sang adik kerap mengirimkan pesan candaan melalui grup WA keluarga.
Sementara itu, kelima jenazah korban meninggal dalam insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 berhasil diidentifikasi Senin (3/8) sore.
Kabiddokkes Polda Jatim Kombespol Wahono Edhi P. mengungkapkan, kelima jenazah berhasil diidentifikasi berdasarkan data primer berupa sidik jari dan data sekunder berupa properti pakaian yang dikenakan para korban.
Mereka adalah Sri Indratmo Wijaya, Siti Fatimah, Sari Sukoco, Rino Eka Putra, dan Yedi Hendrawan.
“Dari hasil pemeriksaan kami, dari kelima korban, satu ada yang sesak napas karena asap saat lompat ke laut,” kata Wahono.
Sedangkan korban meninggal lainnya tersebab lemas akibat kebanyakan meminum air laut.
Pihaknya memastikan bahwa dari kelima korban tidak terdapat korban jiwa yang meninggal karena kebakaran.
Kini semua tinggal kenangan. Baik Yerry, Elly, maupun Wisnu hanya berharap bisa segera membawa pulang jenazah orang-orang tercinta mereka untuk dimakamkan di kampung halaman.
Editor : Kimda FaridaSumber : Jawa Pos