Di Balik Penyelamatan Ratusan Penyintas KMP Mutiara Sentosa 2 oleh MV Meratus Pematang Siantar

Kimda Farida • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 09:07 WIB

 

Capt.Anwar AR saat bertugas
Capt.Anwar AR saat bertugas

 

LombokPost--Sembari membentangkan jala-jala dan tangga kapal, para kru MV Meratus Pematang Siantar terus meneriakkan penyemangat kepada para korban KMP Mutiara Sentosa 2 yang telah berjam-jam terombang-ambing.

Dua jenazah yang ikut dievakuasi disemayamkan di tempat teraman selama perjalanan menuju Surabaya.

 

---------------------

IBARAT tuan rumah yang kedatangan tamu, para kru MV Meratus Pematang Siantar mengeluarkan semua stok logistik untuk ratusan orang yang baru saja mereka evakuasi.

Makanan dan minuman, tak terkecuali obat-obatan, pakaian, serta selimut.

Khusus bagi anak-anak dan perempuan yang menjadi korban terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Madura pada Ahad (2/8) pagi lalu, perlindungan serta pemantauan kondisi kesehatan diberikan secara ekstra.

“Semuanya yang kami punya untuk mereka, apa pun itu,” kata Capt. Anwar AR, kapten kapal kargo tersebut, kepada Jawa Pos, Rabu (5/8).

MV Meratus Pematang Siantar menjadi kapal yang mengevakuasi penyintas terbanyak.

Total 110 survivor berhasil mereka selamatkan. Dua penumpang lain dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

Terhadap kedua jenazah tersebut, terang Anwar, kru memberikan penghormatan dengan menyemayamkannya di tempat teraman.

“Sembari tentunya kami memanjatkan doa secara khusyuk sepanjang pelayaran,” kata Anwar.

 

Beberapa Jam Sebelumnya...

 

Pesan darurat itu diterima MV Meratus Pematang Siantar saat dalam perjalanan menuju Surabaya, Jawa Timur, dari Wini, Nusa Tenggara Timur. Ada ratusan orang yang terombang-ambing di tengah lautan setelah kapal mereka terbakar.

Baca Juga: BBM Naik, Biaya Operasional Angkutan Rinjani Membengkak

Anwar tanpa ragu memutar haluan armada demi memburu waktu.

Sebab, kondisi para korban diperkirakan kian melemah setelah sekitar tiga jam terombang-ambing di laut.

Anwar juga langsung menyebarkan pesan darurat itu melalui radio VHF Ch.16 serta meminta izin kepada pihak manajemen untuk menggelar misi penyelamatan kapal penumpang yang berangkat dari Surabaya dengan tujuan akhir Makassar tersebut.

”Kantor Surabaya langsung menginstruksikan untuk menuju lokasi kejadian kebakaran dan proses evakuasi,” sambungnya.

Sesampainya di lokasi, kata Anwar, jantungnya seperti digedor-gedor.

Betapa tidak, di hadapan dia dan para kru, ratusan orang terapung pasrah, termasuk sejumlah anak. Sebagian sudah tampak sangat kelelahan.

Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, seluruh kru sigap membentangkan jala-jala, menurunkan tangga kapal, dan melemparkan pelampung di lambung kanan serta kiri kapal. Teriakan semangat dari geladak terus disuarakan.

Baca Juga: Gubernur NTB Akselerasi Transformasi SMK Berbasis Industri

“Sebab, kami melihat para korban sudah mulai kelelahan,” kata Anwar.

Abdul Karim, salah seorang penyintas, mengenang betapa lega rasanya saat berhasil memanjat lambung MV Meratus Pematang Siantar melalui tangga monyet dan tali penarik khusus yang disiapkan para kru.

“Perlakuan hangat serta bantuan pakaian dan makanan dari awak kapal tak ubahnya mukjizat bagi kami,” katanya kepada Jawa Pos saat ditemui di Aula Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Walk the Talk

 

MV Meratus Pematang Siantar yang membawa para penyintas akhirnya tiba di Dermaga Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (3/8) dini hari pukul 00.05.

Keberanian dan ketulusan para awak menyisakan rasa haru serta rasa terima kasih yang mendalam bagi para korban selamat dan keluarga mereka.

General Manager Crewing Meratus Group Arif B Sayoga membenarkan bahwa manajemen memberikan lampu hijau atas laporan yang diterima dari kapten MV Meratus Pematang Siantar. Nilai kemanusiaan itu, lanjut Arif, memang selalu ditanamkan melalui prinsip integritas sebagai salah satu core value Meratus.

”Dalam kasus kecelakaan ini, para kru melakukan apa yang disebut walk the talk, konsistensi antara perkataan dan perbuatan. Di setiap sesi pelatihan dan briefing, hal itu selalu ditekankan,” kata Arif.

Dia menyebut, dalam insiden kali ini, MV Meratus Pematang Siantar menjalankan kepatuhan untuk menerima panggilan darurat. ”Salah satunya untuk melakukan upaya terbaik dalam penyelamatan dengan tetap menjalankan prinsip keselamatan kapal,” sambungnya.

Baca Juga: Di saat Normalisasi Sektor Tambang, Fondasi Ekonomi NTB Tetap Kuat

Abdul Karim dan para penyintas lain tak akan pernah melupakan tindakan kemanusiaan di detik-detik mereka sudah pasrah di tengah lautan. “Kami sangat berterima kasih kepada nakhoda yang begitu berani merapat dan menyelamatkan kami setelah hampir tiga jam terombang-ambing di lautan,” tuturnya. (*/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Jawa Pos
KMP Mutiara Sentosa 2 evakuasi penumpang MV Meratus Pematang Siantar Meratus Group kapal terbakar