Bilebante Belajar Menjadi Tuan Rumah Kelas Dunia, InJourney Hospitality House Bekali Masyarakat

Lestari Dewi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:06 WIB
PERKUAT SDM: Puluhan warga Desa Bilebante usai mengikuti pelatihan program InJourne Hospitality House dari ITDC, di Lombok Tengah, Selasa (11/8).
PERKUAT SDM: Puluhan warga Desa Bilebante usai mengikuti pelatihan program InJourne Hospitality House dari ITDC, di Lombok Tengah, Selasa (11/8).

 

ITDC menyelenggarakan program InJourney Hospitality House di Desa Wisata Hijau Bilebante, Lombok Tengah (Loteng), untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia lokal. Pelatihan ini bertujuan mempersiapkan masyarakat agar siap menjadi tuan rumah yang berkualitas dalam menyambut perhelatan MotoGP Mandalika 2026.

----

SUASANA hangat menyelimuti Desa Wisata Hijau Bilebante. Di tengah hamparan hijau persawahan dan riuhnya geliat usaha mikro warga, puluhan masyarakat berkumpul dengan antusiasme tinggi.

Ada pemandu wisata, pemilik homestay, penjahit, terapis spa, hingga ibu rumah tangga dan mahasiswa. Mereka tak sedang menghadiri hajatan biasa, melainkan menyerap ilmu keramahtamahan dalam program InJourney Hospitality House (IHH) Mandalika Batch I 2026.

Pelatihan yang diinisiasi ITDC ini bukan sekadar agenda rutin. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam rangkaian Road to MotoGP Mandalika 2026, sekaligus wujud nyata penyiapan warga lokal agar siap menjadi tuan rumah yang ramah, profesional, dan berkelas dunia.

Baca Juga: Usulan Naik Kelas Kejari Loteng Tertahan Jumlah Perkara

Selama tiga hari, kurikulum IHH dirancang khusus untuk menggembleng keterampilan peserta. Materi yang diberikan mencakup seni berkomunikasi secara efektif, pemahaman kesadaran berwisata, hingga filosofi pelayanan sepenuh hati. Fokus utamanya bukan sekadar instruksi mekanis, melainkan membentuk budaya hospitality yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Zainab, melayani pembeli dan wisatawan yang mampir ke galeri UMKM Putri Rinjani di Desa Wisata Hijau Bilebante selama ini terasa mengalir begitu saja. Menyapa dengan ramah dan menawarkan produk sudah menjadi santapan sehari-hari. Namun, sudut pandangnya berubah setelah mengikuti program ini.

“Pelatihan ini benar-benar membuka wawasan kami. Hospitality ternyata bukan hanya tentang bersikap ramah, tetapi juga memahami apa yang dibutuhkan wisatawan dan memberikan pelayanan yang membuat mereka merasa nyaman,” tutur Zainab, Selasa (11/8).

Bagi penggerak UMKM di Loteng ini, materi pelatihan terasa sangat membumi dan bisa langsung dipraktikkan saat menerima tamu di desa. “Kami berharap ilmu yang diperoleh ini bisa meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus memperkenalkan potensi besar Desa Bilebante ke lebih banyak orang,” tambahnya.

Sisi paling menyentuh dari ruang pelatihan IHH kali ini terpancar dari sosok Malik Abdul Aziz. Pemuda lokal dari desa penyangga kawasan The Mandalika ini berdiri percaya diri di depan kelas sebagai trainer utama.

Baca Juga: Di Balik Senja Josie Sunset Corner, Ada Cinta untuk Joella, Kearifan Lokal, dan Asa Warga Mandalika

Aziz sebelumnya merupakan peserta yang ditempa dalam program Training on Trainer (ToT) InJourney. Kini, giliran Aziz mentransfer ilmu, keterampilan, dan semangat keramahtamahan kepada tetangga dan sesama warga desanya.

Pendekatan dari masyarakat untuk masyarakat ini menunjukkan komitmen nyata pemberdayaan lokal. “Warga desa tidak lagi ditempatkan sebagai penonton di tengah megahnya industri pariwisata daerahnya, melainkan dilatih menjadi aktor utama dan agen perubahan,” terangnya.

Melihat antusiasme warga seperti Zainab dan dedikasi trainer muda seperti Aziz, General Manager The Mandalika I Made Pari Wijaya menegaskan, kemajuan pariwisata tak boleh hanya berfokus pada fisik dan infrastruktur. Pengembangan destinasi yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya.

Baca Juga: Local Hero Tampil di ARRC SS600 Round 4 di Mandalika, Modal Juara MRS, Arai Agaska Siap Ladeni Herjun Firdaus dan Felix PM

“Melalui InJourney Hospitality House, kami ingin membangun budaya hospitality yang kuat di tengah masyarakat,” jelas Pari.

Pari menambahkan, sentuhan humanis seperti senyum tulus, tutur kata santun, dan kepedulian warga merupakan ruh utama kepariwisataan. Setiap interaksi yang positif akan meninggalkan kesan mendalam dan mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung.

“Pada akhirnya, pelayanan yang berkualitas akan memperkuat daya saing destinasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat lokal,” tandasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Desa Bilebante pelatihan MotoGP Mandalika 2026 ITDC