LombokPost--Kepulangan Selviana Rambu Maya ke kampung halaman seharusnya menjadi perjalanan menuju hari bahagia.
Perempuan kelahiran 1996 asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu hendak pulang untuk mengikuti prosesi pernikahan adat yang telah dipersiapkan keluarganya.
Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi duka dan penantian panjang.
Selviana, yang akrab disapa Selvi, hingga Jumat (14/8) belum ditemukan setelah KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8) dini hari.
----------
Selvi bersama suaminya, Jhon Lu Keimarak, sedang dalam perjalanan dari Bali menuju Sumba.
Mereka hendak pulang untuk mengikuti prosesi pernikahan adat yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Agustus mendatang.
Keluarga di Sumba bahkan telah menyiapkan seluruh kebutuhan untuk prosesi tersebut.
Baca Juga: Hari Ketiga, Tim SAR Kerahkan 3 SRU Cari Korban KMP Putri Yasmin
Persiapan disebut sudah mencapai 100 persen. Mereka tinggal menunggu kepulangan Selvi untuk menjalani rangkaian adat yang telah lama dinantikan.
“Dia pulang urusan adat, jadi kami sudah persiapan sekali. Hanya tunggu pernikahannya, tanggal 25,” kata Rusno, kakak sepupu Selvi.
Selvi diketahui telah sekitar dua tahun bekerja di Bali. Perempuan tersebut bekerja di sebuah laundry setelah sebelumnya menjadi asisten rumah tangga.
Biasanya, Selvi pulang ke Sumba setahun sekali menggunakan jalur Benoa menuju Waingapu dengan KM Awu.
Namun, untuk perjalanan kali ini, ia memilih menumpang KMP Putri Yasmin dari Padangbai, Bali, menuju Lembar, Lombok Barat.
Tak ada yang menyangka perjalanan tersebut akan menjadi perjalanan penuh kecemasan bagi keluarganya.
Sempat Berpelukan Sebelum Terpisah
Saat kapal terbakar, Selvi dan Jhon berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke laut.
Menurut cerita yang diterima keluarga dari Jhon, keduanya masih bersama ketika berada di laut. Bahkan, pasangan tersebut sempat berpelukan sebelum akhirnya terpisah.
Ombak dan arus laut yang kuat membuat pelukan itu terlepas.
“Waktu kejadiannya, mereka masih berpelukan waktu lompat dari kapal. Tapi lautnya terlalu kencang, ombaknya besar, sehingga mereka terpisah,” tutur Rusno.
Baca Juga: Perjuangan Penumpang KMP Putri Yasmin Menunggu Bantuan di Antara Hidup dan Mati
Jhon kemudian berhasil diselamatkan dan ditemukan di wilayah Lembar. Namun, Selvi belum ditemukan.
Ponsel Selvi juga diduga terjatuh ke laut. Kondisi itu membuat keluarga semakin kesulitan mendapatkan kabar langsung mengenai keberadaannya.
Kontak terakhir Rusno dengan Selvi terjadi sekitar pukul 02.00 Wita, Rabu (12/8), ketika kapal akan berlayar. Setelah itu, komunikasi terputus.
Anak Pertama dari Enam Bersaudara
Bagi keluarga di Sumba, Selvi bukan sekadar salah satu penumpang yang belum ditemukan. Ia adalah anak pertama dari enam bersaudara.
Kepulangannya telah lama dinantikan keluarga, terlebih kali ini ia pulang untuk sebuah prosesi adat yang seharusnya menjadi momen bahagia.
Kini, keluarga hanya bisa menunggu kabar dari laut.
Seorang anggota keluarga bahkan telah berada di Lembar untuk memantau langsung proses pencarian. Kerabat lainnya di Sumba terus menanti perkembangan informasi dari Lombok.
“Harapan kami hanya bisa ditemukan, bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Kami sebagai keluarga hanya menunggu,” ujar Rusno.
Tanggal 25 Agustus yang sebelumnya dinanti sebagai hari bahagia kini terasa berbeda. Persiapan yang telah dilakukan keluarga masih tersimpan, sementara satu anggota keluarga yang menjadi bagian penting dari prosesi tersebut belum diketahui keberadaannya.
Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Evakuasi Korban Melibatkan Sejumlah Kapal
Di Sumba, keluarga Selvi masih berkumpul. Mereka menunggu satu kabar yang paling diharapkan: Selvi ditemukan dan bisa kembali ke tengah keluarga.
Tim SAR Perluas Pencarian
Kantor SAR Mataram masih melakukan pencarian terhadap Selvi. Penyisiran dilakukan dari lokasi kejadian menuju arah barat daya sekitar 12 nautical mile (NM), dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan situasi di lapangan.
Pada hari ketiga operasi, Jumat (14/8), Tim SAR Gabungan memperluas pencarian dengan mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU). Penyisiran dilakukan melalui jalur laut dan udara untuk memperbesar jangkauan pencarian.
KMP Putri Yasmin sebelumnya terbakar saat berlayar dari Padangbai, Bali, menuju Lembar, Lombok Barat. Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.15 Wita di sekitar Perairan Bangko-Bangko, Kecamatan Sekotong.
Informasi awal menyebut api diduga berasal dari sebuah truk boks yang berada di dalam kapal.
Di tengah pencarian yang terus dilakukan, keluarga Selvi masih menyimpan harapan yang sama. Mereka tidak meminta banyak hal, hanya ingin perempuan yang seharusnya pulang untuk sebuah hari bahagia itu ditemukan.
Baca Juga: Pencarian Hari Kedua Korban dan Bangkai KMP Putri Yasmin Masih Nihil, Heli dan Kapal SAR Dikerahkan
Karena di balik pencarian di tengah luasnya Selat Lombok, ada keluarga di Sumba yang masih menunggu kepulangan anak pertama mereka.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan