Menyaksikan langsung latihan Paskibraka Lombok Tengah di tengah terik matahari halaman kantor bupati memperlihatkan keteguhan para pemuda daerah. Di bawah bimbingan TNI, setiap tetes keringat dan derap langkah menjadi bagian dari proses pembentukan mental patriot.
----
TERIK matahari di halaman kantor Bupati Lombok Tengah terasa membakar kulit pada siang itu. Angin yang biasanya membawa kesegaran seolah tak berdaya menembus gelombang panas yang memantul dari permukaan paving block.
Namun, di tengah sengatan panas menjelang tengah hari, puluhan pasang kaki tetap menghentak bumi secara presisi. Langkah tegap, barisan lurus, dan pandangan mata tertuju pada satu titik: puncak tiang bendera.
Baca Juga: Potret Buram Sekolah Pelosok di Kecamatan Praya Timur, Perpustakaan Dipenuhi Semak Belukar
Keringat mengucur deras dari dahi, membasahi seragam latihan yang makin berat ditimpa peluh. Tak ada jemari yang mengusap wajah, tak ada bahu yang terkulai menyerah. Yang tampak hanyalah kesungguhan menjalani latihan.
Di balik wajah-wajah muda yang terbakar sinar matahari, tersimpan tekad untuk mengemban tugas pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di lapangan inilah proses pembentukan itu berlangsung. Anak-anak muda dari berbagai pelosok desa, kecamatan, hingga sekolah di Lombok Tengah digembleng menjadi Paskibraka yang tangguh dan bermental patriot.
Baca Juga: Bilebante Belajar Menjadi Tuan Rumah Kelas Dunia, InJourney Hospitality House Bekali Masyarakat
Program pelatihan intensif ini dipimpin langsung Komandan Kodim 1620/Loteng Letkol Arh Mohamad Arifin. Seluruh jajaran personel militer diterjunkan untuk mengawal masa pembinaan yang berlangsung sejak 10 hingga 16 Agustus.
Pelatihan yang diberikan bukan sekadar rutinitas baris-berbaris. Para Bintara TNI berpengalaman dari Kodim 1620/Loteng bertindak sebagai pelatih sekaligus pembimbing yang tidak memberi ruang terhadap kesalahan sekecil apa pun.
Pembinaan mencakup ketangkasan fisik, pembentukan karakter mental, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), hingga Peraturan Militer Dasar (Permildas). Setiap instruksi yang diteriakkan pelatih disambut derap langkah yang semakin kompak dan serentak.
Dalam materi keterampilan pengibaran, tingkat presisi yang diminta sangat tinggi. Menarik tali bendera, mengatur tempo langkah saat mendekati tiang, hingga teknik membentangkan Sang Saka Merah Putih membutuhkan konsentrasi.
Baca Juga: 103 Pembalap Panaskan MFoS Seri Ketiga
Satu detik keterlambatan atau sudut bentangan yang miring dapat mengganggu prosesi pengibaran. Karena itu, latihan pengulangan dilakukan puluhan kali di bawah terik matahari untuk menguatkan gerakan para peserta.
Dandim 1620/Loteng Letkol Arh Mohamad Arifin menegaskan, keterlibatan TNI dalam penggemblengan ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga martabat agenda kenegaraan sekaligus membina generasi muda daerah.
“Sekaligus menanamkan nilai-nilai patriotisme pada generasi muda. Kami ingin memastikan anggota Paskibraka Kabupaten Lombok Tengah dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memberikan yang terbaik,” ujar Letkol Arh Mohamad Arifin.
Baca Juga: Jembatan Merdeka Hubungkan Aik Bual-Wajegeseng
Ia menambahkan, aspek mental menjadi pilar penting dalam pembinaan kali ini. Berdiri di hadapan ribuan pasang mata pejabat, tokoh masyarakat, dan warga pada detik-detik Proklamasi menghadirkan tekanan emosional yang besar. Tanpa mental yang kuat, konsentrasi seorang pengibar bendera bisa terganggu karena kecemasan atau kelelahan fisik.
“Para pelatih fokus pada peningkatan kemampuan fisik dan mental agar mereka siap menghadapi tugas besar pada tanggal 17 Agustus mendatang,” tegas Dandim.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post