Mobil kas keliling Bank Indonesia hadir membawa secercah harapan bagi warga korban kebakaran Sade. Marwan dengan sabar menantikan momen ini sejak lembaran uangnya yang gosong ditemukan personel TNI di antara puing-puing rumah.
----
Di salah satu sudut Pasar Sengkol, armada kendaraan berlogo Bank Indonesia (BI) terparkir. Di hadapan mobil kas keliling itu, beberapa warga berbaris dengan raut wajah penuh harap.
Di antara mereka berdiri Marwan. Jemarinya menggenggam erat sebuah kantong plastik transparan berisi beberapa lembar uang kertas yang tak lagi utuh. Sebagian besar telah berubah warna menjadi hitam pekat dan rapuh akibat si jago merah.
“Awalnya saya mau buang sebenarnya uang ini. Sudah gosong, keras, dan pikir saya mana mungkin bisa dipakai lagi. Tapi ternyata uang ini masih bisa ditukar kembali. Rasa syukur saya luar biasa,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (26/8).
Baca Juga: Prajurit Kodim 1620/Loteng Temukan Uang Rp 4 Juta dan Kain Tenun Utuh di Puing Kebakaran Sade
Musibah kebakaran yang melanda Desa Wisata Sade beberapa waktu lalu memang menyisakan luka mendalam. Bangunan tradisional berbahan bambu dan beratap alang-alang ludes dilahap api dalam hitungan belasan menit. Harta benda milik warga ikut melayang, termasuk uang tunai simpanan rumah tangga yang terkumpul dari hasil berjualan kerajinan dan bertani.
Bagi Marwan, harapan sempat berada di titik nadir. Saat musibah terjadi, seluruh isi rumahnya hangus. Namun, secercah harapan datang ketika personel TNI melakukan pembersihan dan evakuasi di antara puing-puing sisa kebakaran.
Baca Juga: Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Sade, Demokrat Desak Rekonstruksi Libatkan Tokoh Adat
Di balik abu dan arang kayu yang masih hangat, prajurit TNI menemukan tumpukan lembaran uang kertas milik Marwan. Sebagian tepinya sudah hangus dimakan api, tetapi bagian tengahnya masih menyatukan lembaran-lembaran rupiah itu.
Sejak uang itu ditemukan, Marwan menyimpan secercah asa. Dengan telaten dan penuh kesabaran, ia menjaga lembaran-lembaran berjelaga itu.
Ia kemudian mendapat kabar bahwa Bank Indonesia akan menurunkan armada kas keliling langsung ke wilayah terdampak. Marwan menanti kedatangan armada itu. Ia berharap tumpukan uang yang semula dikira menjadi sampah tak bernilai masih bisa diselamatkan.
Penantian Marwan berbuah manis. Petugas BI yang datang memeriksa satu per satu lembar uang kertas yang dibawa warga. Menggunakan alat pengukur fisik dan verifikasi keaslian, setiap lembar dinilai kelayakannya berdasarkan Peraturan Bank Indonesia.
Baca Juga: Dua Balap Mobil Dunia Batal Mengaspal di Mandalika
Hasil pemeriksaan membawa kabar menggembirakan. Tim penukaran BI NTB menyatakan total uang rusak milik warga korban kebakaran Sade yang memenuhi ketentuan penukaran mencapai Rp 7.676.000. Nilai itu sangat berarti bagi warga dalam menjalani masa pemulihan pascabencana.
“Sangat terbantu saya. Karena ada Bank BI ini, bisa utuh kembali uang saya yang terbakar kemarin,” ungkap Marwan dengan mata berbinar menyelimuti rasa haru.
Kepala Perwakilan BI NTB Hario K Pamungkas menegaskan, layanan kas keliling dengan sistem jemput bola merupakan komitmen BI dalam memberikan kepastian dan perlindungan nilai rupiah bagi masyarakat, khususnya mereka yang tertimpa musibah.
“Memang kami punya tugas untuk bisa mengedarkan uang layak edar. Salah satu tugas yang kami lakukan adalah penukaran atas uang rusak, salah satunya uang terbakar,” terang Hario.
Baca Juga: Menenun Asa di Desa Wisata Sade Rembitan, Senyum Anak-anak dan Rajutan Harapan di Tenda Darurat
Hario menjelaskan, BI tidak serta-merta mengganti seluruh uang tanpa verifikasi. Setiap lembar harus memenuhi kriteria fisik yang ditetapkan undang-undang dan aturan moneter. Kunci utamanya terletak pada sisa fisik uang.
“Pada prinsipnya uang rusak yang bisa ditukar ukurannya adalah dua pertiga dari ukuran fisiknya,” cetusnya.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post