Terungkap! Rahasia Bunda Kikin Jaga Keseimbangan Hidup Wali Kota Mohan Roliskana

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:08 WIB
Tampak Kinnastri Mohan Roliskana dengan setia mendampingi suaminya dalam berbagai kegiatan.
Tampak Kinnastri Mohan Roliskana dengan setia mendampingi suaminya dalam berbagai kegiatan.

 

 

 

LombokPost– Menjadi pasangan seorang kepala daerah, bagi Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, bukan perkara sekadar mendorong suami untuk terus maju atau mengingatkannya agar berhenti. Ia punya analogi sendiri.

Bukan gas. Bukan pula rem. “Namanya kita istri itu bukan gas atau rem, tapi lebih kepada pemain layangan. Perlu ditarik, tarik, perlu diulur,” kata Kinnastri, atau akrab disapa Kikin, Senin (31/8).

Analogi itu menggambarkan bagaimana ia menempatkan diri dalam perjalanan panjang mendampingi suaminya. Ada saat ketika suami perlu didorong. Ada pula waktu ketika harus ditahan agar tidak terlalu memaksakan diri.

Namun, bagi Kikin, ruangnya tetap berada pada wilayah sebagai istri. Ia tidak menempatkan diri sebagai orang yang ikut menentukan keputusan pemerintahan.

“Kalau mengambil keputusan dalam pekerjaan, itu jelas tidak, bukan posisi saya,” tegasnya.

Peran Kikin justru lebih banyak menyentuh hal-hal personal. Terutama soal kesehatan fisik dan mental suaminya.

Salah satu contoh sederhana adalah ketika Mohan hendak berolahraga. Mohan memang dikenal memiliki kebiasaan berolahraga setiap hari. Namun, menurut Kikin, kebiasaan baik itu pun tetap harus melihat kondisi tubuh.

 

Baca Juga: Kejagung Dalami Dugaan Aliran Rp 40 Miliar dari Tan Kian ke Febrie Adriansyah

Jika sejak pagi hingga sore suaminya sudah menjalani banyak kegiatan yang menguras fisik dan pikiran, Kikin tak segan mengingatkan. “Beliau ini kan hobi olahraga, yang harus tiap hari olahraga. Cuman kadang saya lihat, misalnya seharian itu beliau sudah banyak sekali kegiatan yang membutuhkan fisik dan pikiran,” tuturnya.

Bagi Kikin, menjaga suami bukan hanya memastikan pekerjaan berjalan baik. Lebih dari itu, kesehatan menjadi perhatian utama.

“Tugasnya kita istri kan menjaga suami. Menjaga yang paling utama kesehatan,” katanya.

Kritik tanpa Emosi

Menariknya, cara Kikin menyampaikan kritik kepada Mohan juga tidak dilakukan dalam suasana formal. Tidak ada rapat keluarga khusus untuk membicarakan kesalahan suami.

Hubungan mereka yang telah berjalan selama puluhan tahun membuat komunikasi berlangsung cair. “Karena saya kan soulmate-nya, beliau soulmate saya. Jadi kita menyampaikannya dengan cara yang friendly, yang soulmate,” ujarnya.

Kritik justru muncul dari ruang-ruang sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Bisa ketika sedang makan, bersiap menjalani pekerjaan, beristirahat, atau bahkan ketika sedang membereskan sesuatu bersama.

“Tapi kita bicarakan di momen-momen yang sehari-hari, sambil makan, kemudian sambil persiapan kerjaan, tidur, bisa kita beres-beres apa, seperti itu,” katanya.

Menurutnya, ruang-ruang sederhana tersebut justru menjadi tempat paling natural bagi mereka untuk saling mengingatkan. Dan Mohan, kata Kikin, merupakan sosok yang cukup terbuka terhadap kritik.

 

Baca Juga: Intip Perjuangan Masa Lalu Mohan Roliskana Sebelum Jadi Wali Kota

Tetapi ada satu syarat yang menurutnya penting: kritik harus objektif.

“Beliau sangat terbuka, asal dengan catatan saya memberikan kritik enggak pakai emosi,” katanya.

Karena itu, ia lebih memilih fakta dan data sebagai dasar ketika menyampaikan pandangan. “Yang logis, yang disesuaikan fakta, data,” ujarnya.

Prinsip tersebut juga berlaku ketika keduanya memiliki pandangan berbeda. Tidak selalu Kikin yang mengalah. Tidak pula selalu Mohan.

“Tergantung konteksnya apa dulu,” katanya.

Jika terjadi perdebatan kecil dalam keluarga, mereka akan melihat kembali dasar persoalannya. Data dan fakta menjadi semacam penentu.

“Kita lihat mana yang memiliki data yang paling akurat,” tuturnya.

Maka, bagi Kikin, siapa yang harus mengalah bukan ditentukan oleh siapa yang suami atau istri. “Yang tidak memiliki data akurat, yang harus ngalah,” ujarnya.

 

Baca Juga: Prabowo Bertemu Putin, Rusia Disebut Mitra Penting Indonesia

 

“Yang Penting Halal”

 

Di tengah perjalanan Mohan sebagai kepala daerah, Kikin mengaku tidak memiliki daftar panjang tuntutan kepada suaminya. Prinsip yang ia pegang justru sederhana.

Menurutnya, yang paling penting adalah Mohan menjalankan amanah sesuai keyakinannya dan tetap membawa pulang nafkah yang halal untuk keluarga.

“Berikan kami nafkah yang halal,” kata Kikin.

Prinsip tersebut seolah menyambung cerita panjang rumah tangga mereka sejak Mohan masih menjadi ASN golongan III/A. Sebelum ada jabatan wali kota, sebelum ada berbagai fasilitas yang melekat pada jabatan kepala daerah, keduanya telah lebih dulu belajar menjalani hidup dengan apa yang mereka miliki. 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Kinnastri Mohan Roliskana Pemain Layangan Prinsip Pendamping Wali Kota Mataram Integritas Keluarga Mohan Roliskana