ITDC bersama Damkartan Lombok Tengah menguji sistem perlindungan kebakaran di Sirkuit Internasional Mandalika menjelang MotoGP 2026. Pengujian jaringan hidran di area paddock dilakukan untuk memastikan kesiapan perlindungan bagi pengunjung, pekerja, dan pembalap selama event berlangsung.
----
SUARA deru mesin motor balap dan hiruk-pikuk persiapan paddock di Sirkuit Internasional Mandalika mendadak hening sejenak. Di depan gedung Race Control, puluhan personel gabungan bersiap menguji sistem proteksi kebakaran.
Awan tipis menaungi kawasan The Mandalika pertengahan September 2026. Namun, aktivitas di area paddock terus meningkat menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika) 2026 pada 9—11 Oktober mendatang.
Baca Juga: Mengintip Kemeriahan Lombok Surfskate Meet Up, Kala Senja Mandalika Menjelma Jadi Pesta Jalanan
Sebuah simulasi digelar. Petugas menarik selang lentur sepanjang 30 meter melintasi lorong paddock. Katup hidran diputar. Air kemudian menyembur hingga setinggi 25 meter secara vertikal dan menjangkau sekitar 45 meter secara horizontal.
Pengujian dilakukan di area depan Race Control, salah satu titik penting di kawasan paddock yang menjadi tempat aktivitas mekanik, pembalap, dan perangkat elektronik balap.
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Lombok Tengah (Loteng) melakukan pengujian untuk memastikan sistem proteksi kebakaran siap digunakan.
Baca Juga: Merawat Kehangatan Madak Mare di Pantai Kuta Mandalika
Kesiapan sarana keselamatan menjadi penting karena aktivitas di Sirkuit Mandalika cukup padat. Hingga September 2026, tercatat 132 event mengisi kalender kegiatan sirkuit, terdiri dari 89 event motorsport dan 43 event non-motorsport, dengan total penggunaan mencapai 244 hari aktivitas.
“Guna memberikan perlindungan bagi pengunjung, peserta event, pekerja, dan seluruh pihak yang beraktivitas di sirkuit,” tegas Chairman MotoGP Mandalika 2026 Troy R Warokka saat berada di area Fire Pump, Sirkuit Mandalika, Selasa (22/9).
Sistem keselamatan di kawasan sirkuit didukung penampungan air berkapasitas 300 meter kubik serta tiga lapisan sistem pompa otomatis. Sistem tersebut juga dilengkapi unit cadangan bermesin mandiri untuk mengantisipasi potensi pemadaman listrik.
“Sesuai standar internasional sirkuit maka semua fasilitas harus terstandar dengan baik, dan keamanan adalah yang utama,” tegas Direktur Operasi ITDC ini.
Jaringan tersebut dipadukan dengan mekanisme pengendali tekanan serta fasilitas koneksi langsung bagi armada luar. Berdasarkan hasil survei tim Damkartan Loteng, sistem tersebut berada dalam kondisi optimal.
Kepala Dinas Damkartan Loteng Supardan menegaskan, sistem proteksi kebakaran di Sirkuit Internasional Mandalika berfungsi dengan baik dan siap digunakan. Pihaknya merekomendasikan penambahan rambu penunjuk arah menuju titik hydrant untuk memudahkan identifikasi dan akses dalam kondisi darurat.
“Pada prinsipnya semua sudah siap, tinggal kita latih para relawan minimal proteksi ringan,” singkatnya.
Baca Juga: ITDC Kejar Homologasi Sirkuit Mandalika untuk MotoGP 2026
Pengujian ini menjadi bagian dari kesiapan keselamatan menjelang MotoGP Mandalika 2026. Di tengah padatnya aktivitas kawasan sirkuit, sistem proteksi kebakaran menjadi salah satu unsur penting untuk menunjang keamanan selama event berlangsung.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Liputan Berita Lombok Post