Menjelang MotoGP Mandalika 2026, para pelaku UMKM Lombok Tengah dengan antusias menyambut kedatangan wisatawan lewat beragam merchandise dan produk lokal. Panasnya cuaca di sekitar sirkuit tak menyurutkan semangat para pedagang melayani pembeli demi meraup rezeki dari ajang balap dunia itu.
----
SENGATAN matahari siang itu membakar aspal mulus di depan kawasan Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah. Udara panas yang menguap dari permukaan jalan seolah tak memberi ruang untuk angin dingin berembus. Namun, hawa menyengat sama sekali tak menyurutkan ritme kehidupan di sekitar lingkaran sirkuit.
Sepekan menjelang perhelatan akbar MotoGP Mandalika 2026 yang dijadwalkan berlangsung 9-11 Oktober mendatang, atmosfer euforia sudah meledak. Deretan lapak pedagang yang berjejer menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa kali, kendaraan roda empat maupun roda dua tampak memelankan laju dan berhenti di bahu jalan.
Baca Juga: Teka-Teki Terjawab! Agnez Mo hingga Judika Siap Guncang MotoGP Mandalika 2026
Sejumlah wisatawan lokal maupun mancanegara, melangkah turun dari kendaraan mereka. Tanpa menghiraukan terik matahari yang menusuk kulit, mata mereka berbinar memandangi warna-warni barang dagangan yang terpajang rapi.
Baju-baju kaus bertuliskan Sirkuit Mandalika melambai ditiup angin sore, berdampingan dengan kain tenun khas Sasak yang kaya motif. Tidak sedikit pula pengunjung yang asyik memilih dompet-dompet unik berornamen lokal hingga gelang rajut buatan tangan yang estetik.
Melihat kedatangan para wisatawan, para pelaku UMKM setempat menyambutnya dengan senyum merekah dan semangat membara. Bagi mereka, tahun kelima penyelenggaraan balapan bergengsi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ini adalah keran rezeki yang kembali terbuka lebar.
Baca Juga: Ini Empat Sasaran Utama Pengamanan MotoGP Mandalika 2026
Salah satu pedagang setempat, Lalu Liam, terlihat sibuk menunjukkan deretan baju kaus jersey bernuansa sirkuit. “Kami sangat berharap hasil jualan merchandise banyak yang terjual seiring banyaknya penonton yang berdatangan,” ujar Liam optimistis, Kamis (1/10).
Pria ramah ini mengaku sudah bersiap jauh-jauh hari. Berbagai kostum dan merchandise pembalap ternama dunia segera hadir di lapaknya, bersanding dengan stok jersey Sirkuit Mandalika.
“Saya mulai siapkan baju-baju pembalap ternama seperti Marc Marquez, Jack Miller, Dani Pedrosa, hingga Jorge Martin. Tak lupa juga jersey pembalap kebanggaan tanah air seperti Veda Ega Pratama dan Mario Aji,” terangnya.
Meskipun pada saat gelaran balapan resmi nanti para pedagang akan direlokasi untuk berjualan di area Bazaar Mandalika, Liam tak patah arang. Ia bahkan menyiasati kualitas barang dagangannya agar sesuai dengan ekspektasi pembeli. Ia mengakui ada penyesuaian harga, namun sebanding dengan mutu bahan yang ia sediakan.
Baca Juga: Warga Sade Rajut Kembali Rumah Adat, Tak Yakin Selesai Sebelum Event MotoGP
“Rencana saya siapkan 300 pcs untuk setiap ukuran, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa,” cetusnya.
Tidak hanya pakaian balap dan topi, kain tenun khas Sasak juga menjadi komoditas unggulan. “Ada saja pengunjung yang cari kain tenun. Kalau khusus kain, nanti ibu yang layani,” selorohnya sembari tertawa kecil.
Semangat Liam melayani pembeli terpancar jelas saat sekelompok wisatawan asing menghampiri lapaknya. Tanpa canggung, dengan bahasa Inggris, dia menyapa wisatawan bertubuh tinggi besar yang sedang memegang salah satu kaus.
“Don't worry, brother! We have extra large sizes available for you, big size, perfect fit!” seru Liam meyakinkan calon pembelinya.
Baca Juga: Pesona Tenun dan Ketak Loteng Hipnotis Panggung Kriyanusa Jakarta
Usai transaksi jual beli terjadi dan kantong belanjaan berpindah tangan, Liam memungkasinya dengan ucapan ramah yang berkesan. “Thank you so much! Enjoy Mandalika, and please come back to my shop again next time!” tukasnya sembari melambaikan tangan.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post