Raungan mesin MotoGP bukan satu-satunya magnet di Mandalika. Di luar sirkuit, aroma sate bumbu merah berpadu dengan racikan matcha kekinian. Bazaar kuliner pun menjelma panggung bagi pelaku usaha lokal untuk mencicipi berkah dari pesta balap dunia.
----
DERU mesin MotoGP menggelegar dari Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Jumat (9/10) sore. Di luar lintasan, aroma kuliner tak kalah menggoda. Pengunjung punya alasan lain untuk berlama-lama: berburu makanan dan minuman di Mandalika Street Food Festival 2026.
Puluhan stan berjajar menawarkan beragam sajian. Ada minuman matcha racikan anak muda hingga sate ayam bumbu merah dengan rempah khas Nusantara. Suasananya ramai. Para penonton balap dan pencinta kuliner berbaur dalam satu keramaian.
Baca Juga: Geliat Kriya Buatan Tangan di Tengah Kemegahan Mandalika, Pinalo Tembus Pasar Hong Kong
Bagi pelaku usaha, gelaran ini bukan sekadar kesempatan berjualan. Bazaar menjadi ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus merasakan langsung geliat ekonomi dari ajang balap dunia.
Di antara deretan stan, racikan matcha milik Mita dan Puput mencuri perhatian. Dua mahasiswa asal Bandung yang kini menetap di Mataram itu membawa kegemaran mereka terhadap teh hijau Jepang ke tengah keramaian MotoGP.
Mereka menawarkan lima varian minuman. Mulai Mango Matcha Latte, Classic OG Matcha Latte, Earl Grey Matcha Latte, Ichigo Matcha Latte, hingga Cold Whisked Matcha Latte. Ada pula Pistachio Brownies sebagai teman menyeruput matcha.
Baca Juga: Geliat UMKM Sambut MotoGP Mandalika 2026, Menikmati Sensasi Kuliner Prasmanan Khas Sulawesi
“Kami menyediakan lima varian minuman matcha yang resepnya kami racik sendiri,” ujar Mita di sela-sela melayani pembeli.
Meski hanya membuka stan selama dua hari, Jumat dan Sabtu, sambutan pengunjung terbilang besar. Mereka menyiapkan sekitar 100 gelas matcha untuk dijual. Stok tersebut ludes diburu pembeli.
Tak jauh dari sana, aroma rempah menyeruak dari stan De Tatar Narmada, Lombok Barat. Sate ayam bumbu merah menjadi salah satu menu andalan. Tusukan sate tersaji untuk pengunjung yang ingin mengisi perut setelah menikmati suasana balap.
Novi, salah seorang karyawan De Tatar Narmada, menyebut pihaknya menyiapkan beragam menu untuk melayani pengunjung.
“Hari ini kami menyediakan 100 porsi sate ayam bumbu merah, 200 porsi jajanan tradisional, dan 200 cup ice tea,” ungkapnya.
Baca Juga: Geliat UMKM Sambut MotoGP Mandalika 2026, Semangat Pedagang Lombok Tengah Meraup Rezeki
Sate dengan cita rasa gurih dan pedas itu berpadu dengan jajanan tradisional yang membangkitkan selera. Es teh menjadi pilihan untuk melepas dahaga di tengah suasana Mandalika yang ramai.
Bagi pengunjung, keberadaan bazaar membuat pengalaman menonton MotoGP terasa lebih lengkap. Mereka tak hanya menyaksikan aksi pembalap di lintasan, tetapi juga bisa menjelajahi kekayaan rasa dari berbagai pelaku usaha.
Marisa, wisatawan asal Manado, datang bersama suaminya untuk menyaksikan MotoGP Mandalika. Mereka mendukung pembalap favorit, Jack Miller dan Marc Marquez. Namun, pengalaman kuliner di luar sirkuit menjadi kejutan tersendiri.
“Kami datang jauh-jauh dari Manado khusus untuk menonton MotoGP. Senang sekali begitu keluar area tribun, kulinernya sangat beragam dan rasanya enak-enak,” tutur Marisa.
Baca Juga: Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Langsung Kuasai Tiga Besar Practice MotoGP Indonesia
Mandalika Street Food Festival 2026 merupakan kali kedua bazaar tersebut digelar. Kehadirannya menjadi salah satu kegiatan pendukung MotoGP yang diharapkan memperluas dampak ekonomi hingga ke sektor usaha lokal.
Sebab, kemeriahan MotoGP tak semestinya berhenti pada raungan mesin dan persaingan di lintasan. Ada pedagang yang mengandalkan dagangannya, ada produk lokal yang mencari pembeli, dan ada wisatawan yang membawa pulang pengalaman berbeda.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Liputan Berita Lombok Post