Pasukan Kebersihan Merawat Kota saat Gemerlap Parade MotoGP

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:52 WIB
Sebanyak 50 petugas DLH Mataram mengawal kebersihan jalur Parade Riders MotoGP 2026 dari Jalan Pejanggik hingga Teras Udayana.
Sebanyak 50 petugas DLH Mataram mengawal kebersihan jalur Parade Riders MotoGP 2026 dari Jalan Pejanggik hingga Teras Udayana.

 

 

LombokPost – Gemuruh mesin dan sorak ribuan penonton menjadi warna utama saat Parade Riders MotoGP 2026 melintasi Kota Mataram, Rabu (7/10). Para pembalap dunia menyapa masyarakat dari Jalan Pejanggik hingga Teras Udayana.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, ada pemandangan lain yang tidak kalah penting. Ketika rombongan parade bergerak meninggalkan satu titik menuju titik berikutnya, pasukan kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram ikut bergerak di belakangnya.

“Tugas mereka memastikan jalan yang baru saja dipenuhi ribuan orang kembali bersih,” kata Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi.

Jauh sebelum parade berlangsung, DLH Kota Mataram memang telah menyiapkan skema khusus. Denny mengatakan sebanyak 50 petugas kebersihan disiagakan untuk mengawal jalur parade dari Jalan Pejanggik menuju Teras Udayana. 

“Untuk petugas kami siapkan sebanyak 50 orang. Mereka akan berada di bagian belakang iring-iringan parade pembalap membersihkan sisa sampah kegiatan itu,” kata Denny.

Konsepnya sederhana. Pasukan ini tidak menunggu sampah menumpuk. 

Mereka ditempatkan melekat di belakang rombongan parade. Sehingga setiap sampah yang muncul di sepanjang jalur dapat segera ditangani.

“Pasukan kami tetap melekat di barisan paling belakang, guna menjaga sepanjang jalan dan sekitarnya tetap bersih,” tegasnya. 

 

Baca Juga: Waspada Influenza, Warga Diminta Jaga Kebersihan dan Pakai Masker

Langkah tersebut menjadi penting karena parade MotoGP bukan kegiatan biasa. Pemerintah Kota Mataram sebelumnya memperkirakan puluhan ribu masyarakat akan memadati jalur parade. 

Sekitar 5.000 pelajar juga dilibatkan menyemarakkan kegiatan di sejumlah titik sepanjang rute. Semakin ramai sebuah kegiatan, tentu semakin besar pula potensi sampah.

Apalagi aktivitas UMKM dan masyarakat ikut meningkat seiring tingginya kunjungan selama rangkaian MotoGP. Karena itu, selain personel, DLH juga menyiapkan sekitar 50 tong sampah tambahan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk Jalan Pejanggik dan Jalan Udayana. 

Apa yang dilakukan pasukan kuning ini mungkin tidak masuk dalam sorotan utama kamera. Ketika pembalap seperti Marc Marquez, Marco Bezzecchi, Brad Binder dan pembalap lainnya menjadi pusat perhatian, para petugas kebersihan justru bekerja dalam senyap.

“Mereka bertugas memastikan kemeriahan tidak meninggalkan persoalan baru bagi kota,” ucapnya. 

Bagi wisatawan dan masyarakat yang datang dari berbagai daerah, termasuk para tamu dari luar negeri, wajah Kota Mataram bukan hanya terlihat dari kemegahan parade. Kebersihan jalan, ruang publik, kawasan Udayana hingga jalur yang dilewati rombongan juga menjadi bagian dari pengalaman mereka menikmati kota.

Di sinilah peran pasukan kebersihan menjadi penting. Mereka menjadi bagian dari cara Kota Mataram menerima tamu.

MotoGP membawa nama besar dunia ke Lombok dan NTB. Parade di Mataram menjadi kesempatan bagi masyarakat menunjukkan keramahan sekaligus wajah kota kepada para tamu yang datang.

Kerja mereka memang tidak selalu mendapatkan tepuk tangan. Tetapi ketika jalan kembali bersih di situlah dedikasi mereka terasa.

 

Baca Juga: 3.031 PPPK Paro Waktu Perkuat Layanan Publik Kota Mataram

“Mereka bagian dari yang ikut menjaga kenyamanan warga, wisatawan, dan seluruh tamu yang datang menikmati kemeriahan MotoGP di Kota Mataram,” pungkasnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
Sumber : Beragam Sumber
petugas kebersihan mataram Parade Riders MotoGP 2026 DLH Kota Mataram