Penuh Kehangatan dan Gelak Tawa, Film Bapakmu Kiper Sukses Premier Perdana di Lombok

Ferial Ayu • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:54 WIB
PREMIER PERDANA: Jajaran pemain dan tim produksi yang memberikan greeting usai gala premier perdana film Bapakmu Kiper di studio 1 Lombok Epicentrum Mall (LEM) Mataram, Jumat (28/8). (FERIAL/LOMBOK POST)
PREMIER PERDANA: Jajaran pemain dan tim produksi yang memberikan greeting usai gala premier perdana film Bapakmu Kiper di studio 1 Lombok Epicentrum Mall (LEM) Mataram, Jumat (28/8). (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost – Suasana hangat dan penuh gelak tawa mewarnai gala premier film Bapakmu Kiper di Studio 1 XXI Lombok Epicentrum Mall (LEM) Kota Mataram, Jumat (28/8).

Film yang mengangkat kehidupan sepak bola tarkam tersebut mendapat sambutan antusias dari penonton yang hadir.

Sejak film diputar, berbagai adegan komedi yang berpadu dengan drama keluarga sukses mengundang tawa.

Kisah sepak bola kampung yang dekat dengan kehidupan masyarakat menjadi salah satu daya tarik utama film produksi Entelkey Sinema Indonesia (ESI) tersebut.

Baca Juga: Deretan Film Indonesia Terbaru Selama Bulan Agustus 2026 di Seluruh Bioskop Lengkap Beserta Jadwal Tayangnya

Direktur Utama ESI sekaligus Eksekutif Produser Film Bapakmu Kiper, Garnet Geraldine, mengatakan pemilihan tema sepak bola bukan tanpa alasan.

Menurutnya, Indonesia memiliki basis penggemar sepak bola yang sangat besar, tetapi kultur sepak bola tarkam belum banyak diangkat ke layar lebar.

“Indonesia adalah negara keempat di dunia yang mempunyai fan base sepak bola sangat besar. Namun, sepak bola tarkam masih kurang direpresentasikan dalam perfilman Indonesia. Karena itu, kami ingin membuat film yang sangat relatable dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Garnet menjelaskan, keberadaan sosok-sosok lokal seperti King Polo dan Agen Agung menjadi bagian penting dalam menghadirkan warna sepak bola tarkam yang otentik. 

Baca Juga: AFPI Gencarkan Literasi Keuangan Lewat Pindar Mengajar di Mataram

Mereka tidak hanya menjadi pemain dalam film, tetapi juga membawa pengalaman dan karakter khas lapangan sepak bola kampung ke dalam cerita.

Agen Agung mengaku mendapat pengalaman luar biasa ketika dipercaya ambil bagian dalam film tersebut.

Ia bahkan harus menjalani proses syuting dengan jadwal yang sangat padat, dari pagi hingga malam.

“Awalnya saya pikir menjadi artis itu mudah. Ternyata luar biasa. Mereka bekerja totalitas dari pagi sampai malam, harus standby di lapangan maupun lokasi lainnya. Itu pengalaman yang sangat luar biasa,” katanya.

Sementara itu, aktor Ali Fikry mengaku langsung tertarik ketika pertama kali ditawari bermain dalam Bapakmu Kiper.

Selain menjadi pengalaman pertamanya membintangi film bertema olahraga, cerita film tersebut dinilai memiliki persoalan yang dekat dengan kehidupan.

Baca Juga: Arsenal Cuatkan Skenario Pinjam Marcus Rashford dari Manchester United

“Ceritanya bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga drama hubungan ayah dan anak. Ada seorang anak yang berusaha mengejar mimpi, tetapi ternyata halangannya bukan kemampuan bermain bola atau masalah ekonomi, melainkan orang terdekat yang justru menghalanginya meraih mimpi,” tutur Ali.

Bermain bersama Fedi Nuril juga menjadi pengalaman berharga bagi Ali.

Keduanya telah beberapa kali beradu akting sehingga proses membangun chemistry berlangsung relatif mudah.

Mereka bahkan banyak berdiskusi dan membedah naskah bersama sebelum menjalani proses syuting.

Baca Juga: Jajaki Kerja Sama, Industri Film Indonesia Siap Tembus Pasar Hollywood Bersama Motion Picture Association Amerika Serikat

Tantangan berbeda dirasakan ketika Ali harus bermain bersama para pemain tarkam asli.

Ia menyadari bahwa bermain sepak bola untuk kebutuhan film tidak sesederhana pertandingan biasa karena harus memperhatikan blocking, dialog, hingga kebutuhan kamera.

Fedi Nuril pun memiliki cerita tersendiri.

Pemeran utama tersebut mengaku sempat mengalami cedera pada bagian jempol ketika harus berhadapan langsung dengan King Polo dalam sebuah adegan.

“Jempol saya dibuat keseleo sama tendangannya King Polo. Kencang sekali. Padahal sudah pakai sarung tangan dan tendangannya dari luar kotak penalti. Kamera belum cut, jadi tetap saya tahan. Setelah cut, baru terasa,” ujar Fedi disambut tawa penonton.

Menurut Fedi, Bapakmu Kiper menawarkan sesuatu yang berbeda bagi penonton Indonesia.

Baca Juga: Viral di Vietnam, Film Horor Phi Phong The Blood Demon Siap Teror Bioskop Indonesia, Tayang Mulai Hari Ini

Sepak bola tarkam tidak hanya menjadi latar cerita, tetapi juga memperlihatkan kultur yang berbeda dari sepak bola profesional.

“Sepak bola tarkam ini punya penggemar dan komunitas sendiri. Ditambah komedi serta drama ayah dan anak, buat saya ini film paket lengkap,” katanya.

King Polo, sosok yang dikenal sebagai pemain tarkam asal Lombok, juga mengaku mendapat pengalaman baru selama menjalani proses syuting. Ia bahkan dibuat kagum dengan totalitas para aktor profesional.

“Menjadi artis ini sangat berat. Ternyata artis-artis kita luar biasa. Mereka bekerja dari pagi sampai pagi. Saya salut dengan Bang Fedi Nuril,” ucapnya.

Baca Juga: PLN UIP Nusra Siapkan 10 Mesin Kapal Listrik untuk Nelayan Labuan Pandan Lombok Timur

Gala premier di Lombok pun menjadi momentum istimewa karena film tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa kultur sepak bola masyarakat ke layar lebar.

Kehadiran pemain tarkam lokal bersama para aktor profesional membuat Bapakmu Kiper terasa lebih dekat dengan penonton.

Menariknya lagi, gala premier ini sekaligus rangkaian Charity Bapakmu Kiper untuk NTT.

Film ini dijadwalkan tayang secara luas pada 3 September mendatang.

Masyarakat Lombok dan pencinta sepak bola diharapkan tidak melewatkan kisah yang memadukan sepak bola tarkam, komedi, persahabatan, serta perjuangan seorang anak mengejar mimpi di tengah dinamika keluarga.

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Bapakmu Kiper Fedi Nuril Ali Fikry King Polo Film