lombokpost - Film dokumenter Skenario Sang Jenderal langsung mencuri perhatian pengguna Netflix Indonesia.
Lima hari setelah resmi tayang pada 18 September 2026, dokumenter yang mengangkat kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J itu menempati peringkat pertama kategori Film.
Dokumenter berdurasi sekitar 1 jam 29 menit itu mengajak penonton kembali ke kasus yang mencuat pada 2022 dan menyeret nama mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Ferdy Sambo.
Baca Juga: Sasar Dua Kecamatan di Mataram, Satgas BKC NTB Gulung 10 Ribu Batang Rokok Ilegal
Film garapan sutradara Rob Sixsmith tersebut tidak hanya mengulas kematian Brigadir J. Cerita juga menelusuri perkembangan penyelidikan hingga terungkapnya rekayasa perkara yang membuat kasus tersebut berkembang menjadi salah satu perkara hukum paling mendapat perhatian publik.
Dokumenter dibuka dengan arsip pemberitaan saat kabar kematian Yosua di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, pertama kali mencuat.
Materi tersebut kemudian dirangkai dengan perkembangan penyelidikan dan proses hukum yang berlangsung setelahnya.
Baca Juga: Cegah Rokok Ilegal Masuk Pasar, Kasat Pol PP NTB Edukasi Pedagang di Lombok Timur
Pada awal pengungkapan kasus, kematian Brigadir J disebut berkaitan dengan peristiwa baku tembak antarpersonel kepolisian.
Namun, penyelidikan berikutnya menemukan fakta berbeda hingga perkara tersebut berujung pada pengungkapan pembunuhan berencana serta upaya menghalangi proses hukum.
Skenario Sang Jenderal menyajikan perjalanan kasus melalui arsip pemberitaan, rekaman persidangan, materi investigasi, dan wawancara dengan sejumlah pihak.
Baca Juga: MotoGP Portugal Resmi Diperpanjang hingga 2029, Portimao Tetap Jadi Tuan Rumah
Di antaranya ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak, mantan Kabareskrim Polri Ito Sumardi, serta Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.
Dokumenter itu juga menggunakan rekaman wawancara lama Ferdy Sambo saat masih aktif sebagai anggota Polri.
Sejumlah nama yang berkaitan langsung dengan perkara, seperti Richard Eliezer atau Bharada E, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf, turut muncul dalam pembahasan.
Baca Juga: Gempur Rokok Ilegal di Lombok Utara, Satgas BKC NTB Sita Ribuan Batang Rokok dan Tembakau Tanpa Cuka
Film tersebut memiliki judul internasional General Mayhem: The Killing of Brigadier J. Skenario Sang Jenderal diproduksi Bleach House Pictures bersama Tempo Media.
Rob Sixsmith bukan kali pertama menggarap dokumenter mengenai kasus hukum yang mendapat perhatian besar di Indonesia.
Sebelumnya, dia menyutradarai Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso, dokumenter yang membahas kasus kematian Wayan Mirna Salihin.
Baca Juga: Berguru ke Makassar, NTB Perkuat Benteng Perlindungan Pekerja Rentan
Kasus Brigadir J sendiri telah melalui proses hukum panjang. Ferdy Sambo divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Februari 2023 setelah dinyatakan terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua serta tindak pidana terkait perusakan atau gangguan terhadap sistem elektronik.
Putusan tersebut kemudian berubah di tingkat kasasi. Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Ferdy Sambo dan menolak permohonan kasasinya dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir Yosua.
Kini, lebih dari empat tahun setelah kasus tersebut mencuat, rangkaian peristiwa itu kembali menjadi perhatian melalui Skenario Sang Jenderal.
Posisi film tersebut di peringkat teratas Netflix Indonesia memperlihatkan bahwa kisah kasus Brigadir J masih menarik perhatian penonton ketika dikemas dalam format dokumenter.
Dengan durasi sekitar 89 menit, dokumenter tersebut memuat kembali kronologi kasus, proses penyelidikan, perubahan narasi perkara, hingga proses hukum yang melibatkan sejumlah terdakwa. Skenario Sang Jenderal tersedia di Netflix dengan klasifikasi usia 18+. (***)
Editor : Alfian Yusni
Sumber : berbagai sumber