Keikutsertaan komunitas ini di ajang The Max 30cm Festival "Spirit Of Ciungwanara" bukan sekadar pameran, melainkan representasi dari dedikasi dan keahlian lokal yang siap bersaing di kancah global.
Ajang internasional ini mempertemukan para maestro dan pecinta bonsai dari berbagai negara, menjadikannya platform ideal bagi The Max Mataram Mataram untuk menunjukkan potensi karya-karya terbaik petani lokal.
Ketua The Max Cabang Mataram Rizaluddin Akbar menyebutkan, kehadiran Komunitas Petani The Max Mataram di Badung Bali diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak anak-anak muda di NTB untuk mau menekuni seni bonsai secara serius dan profesional.
"Terlepas dari hasil akhir kontes nantinya, partisipasi ini telah memberikan pengalaman berharga dan membuka jaringan baru di tingkat internasional," ucap Rizal, Sapan akrabnya.
Namun dengan membawa tujuh pohon bonsai tercantik, The Max Mataram dipastikan akan berhasil menarik perhatian juri dan pengunjung dengan keunikan serta keunggulan karya mereka.
"Bonsai hasil karya The Max Mataram memiliki bentuk yang artistik serta kesehatan pohon yang prima," tambah Rizal.
Dan bonsai yang ditampilkan The Max Mataram sudah sering mengikuti ajang bergengsi dari kontes bonsai lokal maupun nasional. Bahkan ada dua jenis bonsai yang kerap mendapatkan penghargaan
"Dibawah bimbingan trainer Mas Dian Afrianto, kami kerap menjuarai kontes bonsai yang kami ikuti," aku Rizal.
Dan menurut Rizal, keikutsertaan The Max Mataram dalam pameran internasional ini adalah sebuah kesuksesan dalam mempromosikan potensi lokal NTB.
"Ini membuktikan bahwa semangat dan keterampilan pecinta bonsai daerah mampu bersaing dan bersinar di panggung dunia, membawa nama harum Mataram dan Indonesia," ucapnya.
Editor : Siti Aeny Maryam