Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Padel Olahraga Baru dengan Gaya Hidup Baru, Pilar Penting untuk Sport Tourism NTB

Lombok Post Online • Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:54 WIB
KIAN POPULER: Seorang perempuan sedang bermain padel di Mataram Mall, Kamis (15/1) lalu. Olahraga ini semakin digemari masyarakat NTB.
KIAN POPULER: Seorang perempuan sedang bermain padel di Mataram Mall, Kamis (15/1) lalu. Olahraga ini semakin digemari masyarakat NTB.

LombokPost - Dari olahraga raket yang relatif asing, padel menjelma menjadi simbol gaya hidup baru. Lapangan-lapangan bermunculan, komunitas tumbuh, dan padel kini tak sekadar soal keringat, tetapi juga soal jejaring, prestise, dan identitas urban.

Popularitas olahraga padel kian menanjak di Lombok. Menggabungkan unsur tenis dan squash, padel dengan cepat diterima berbagai kalangan, terutama kelas menengah dan anak muda.

Lebih dari sekadar olahraga, padel berkembang menjadi ruang sosial baru yang memadukan aktivitas fisik, pergaulan, hingga peluang ekonomi, menandai perubahan cara masyarakat memaknai olahraga dan gaya hidup.

Bukan Sekadar Tren Sesaat

Kaprodi Pendidikan Jasmani Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram Dr Baiq Satrianingsih menilai pesatnya perkembangan olahraga padel tidak terlepas dari karakter permainannya yang mudah dipelajari dan menyenangkan. Bahkan, pemain pemula pun bisa langsung menikmati permainan tanpa harus menguasai teknik rumit seperti tenis.

“Padel sangat ramah bagi pemula. Orang yang baru mencoba bisa langsung bermain dan merasa enjoy,” ujar Nining sapaan akrabnya.

Menariknya, padel di Lombok kini tidak hanya diposisikan sebagai olahraga semata. Lebih dari itu, padel telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup aktif dan modern. Lapangan padel kerap menjadi ruang bertemu, bersosialisasi, membangun jejaring, hingga memperluas relasi profesional.

“Di sinilah nilai lebih padel. Bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga aktivitas sosial,” jelas.

Di NTB, khususnya Pulau Lombok, tren olahraga padel mulai terlihat jelas. Munculnya lapangan padel dan komunitas pemain menunjukkan masyarakat semakin terbuka terhadap olahraga baru yang inklusif dan modern.

Tak dapat dimungkiri, padel juga lekat dengan citra prestise sebagai simbol gaya hidup sehat, aktif, dan kekinian.

Meski demikian, Nining mengingatkan adanya tantangan ke depan. Menurutnya, padel tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu. Perlu pengelolaan yang tepat agar padel dapat berkembang sebagai olahraga yang inklusif dan berkelanjutan. “Jika dikelola melalui komunitas, pembinaan, dan edukasi yang baik, padel berpotensi menjadi bagian dari budaya olahraga masyarakat, bukan sekadar tren sesaat,” ujarnya.

Saat ini, padel berada di persimpangan antara olahraga, jejaring sosial, dan gaya hidup. Bila dimanfaatkan secara positif, fenomena padel di Lombok dan NTB dapat menjadi peluang besar untuk mendorong pengembangan olahraga sekaligus membangun pola hidup aktif dan sehat di daerah.

Tak Hanya soal Medali

Mulai populernya padel juga bisa dilihat dari terbentuk dan telah dilantiknya Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) NTB. Menariknya, kehadiran padel di Bumi Gora bukan hanya soal meraih medali.

Ketua PBPI NTB Mirah Midadan Fahmid menegaskan, padel memiliki prospek jangka panjang yang sangat jelas bagi sektor ekonomi. Pembangunan lapangan padel yang masif diyakini bakal menjadi magnet investasi baru di NTB.

Selain itu, padel diproyeksikan menjadi pilar penting bagi program sport tourism NTB. Sebagai destinasi wisata dunia, keberadaan fasilitas padel yang representatif akan menarik minat wisatawan mancanegara maupun domestik. "Padel bukan olahraga musiman. Ini adalah cabor yang punya partisipasi luas dan bisa menjadi pilar sport tourism yang kuat bagi NTB," tutur Mirah dengan optimis.

Dengan dukungan dari pemerintah provinsi, KONI, dan para pelaku usaha, olahraga padel diharapkan tumbuh subur di tingkat akar rumput. Dalam dua tahun ke depan, ajang PON akan menjadi pembuktian bagi PBPI NTB untuk menunjukkan kualitas atlet-atlet lokal di kancah nasional. (rur/jay/puj/r3)

Editor : Kimda Farida
#tenis #olahraga #padel #gaya hidup #Lombok