Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berawal dari Hobi, Pemasaran lewat Media Sosial

Lombok Post Online • Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:40 WIB
Ilustrasi Side Job
Ilustrasi Side Job

LombokPost - Side job tak hanya bermula karena desakan ekonomi.

Namun ada pula yang mengawalinya karena hobi.

Seperti yang dilakukan oleh Baiq Diana Amalia, seorang ASN di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Timur (Lotim). Di sela waktu luangnya menjadi abdi negara, dia memilih usaha kuliner.

“Awalnya saya hanya hobi saja membuat roti, tapi lama-lama banyak yang suka dan order,” terang owner Almira Cake and Cookies ini, Jumat (30/1).

Lia -sapaan karibnya- menceritakan usaha ini bermula ketika dia sedang cuti dan mendapatkan resep simpel membuat kue dari salah seorang temannya. Ia kemudian mencoba membuat kue.

Setelah berhasil membuat kue, ia kemudian memberikan teman-temannya untuk mencicipi hasil eksperimennya. Siapa sangka kue buatannya banyak yang suka.

“Setiap kumpul sama teman saya selalu bawa kue, dan teman-teman banyak yang suka dan dipuji. Mereka akhirnya menyarankan untuk buat usaha kue, dan mereka siap membantu pemasaran,” katanya.

Ia kemudian membuat kue untuk dipasarkan dan dipromosikan oleh salah seorang temannya melalui media sosial. Setelah beberapa kali dipromosikan kue buatannya mendapat pesanan.

“Saya mulai membuat kue itu tahun 2016, namun benar-benar menjadikannya usaha itu tahun 2018,” katanya.

Menyiasati pekerjaan utama sebagai ASN, Lia membuka orderan setiap hari Sabtu dan Minggu atau saat kantor libur.

Hal ini dilakukan agar pekerjaan utamanya tidak terganggu. “Sebenarnya ini tidak murni bisnis atau sebagai hal utama. Makanya saya belum cari karyawan untuk membantu. Tetapi insya Allah mungkin nanti bisa kita kembangkan, karena lumayan sudah banyak yang pesan,” katanya.

Kendati cukup laris, namun ia hanya produksi masal ketika hari libur kantor. Jika ada orderan di hari kerja, biasanya akan dikerjakan sore sampai malam. Diharapkan bisnis tersebut nantinya bisa dikembangkan setelah pensiun.

Sarana Penghilang Stres

Hal senada juga terjadi pada dr I Made Suasa. Dokter umum yang bertugas di Puskesmas Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, ini menemukan jalan ninjanya melalui seni bonsai.

Berawal dari kebutuhan akan pelarian dari stres dan padatnya rutinitas medis pada tahun 2016, mantan Direktur RSUD KLU ini mulai menggeluti hobi merawat pohon miniatur. Baginya, setiap goresan kawat dan pemotongan ranting adalah bentuk meditasi.

"Saya butuh tempat menenangkan pikiran, dan ternyata merawat bonsai memberikan efek terapeutik yang luar biasa," ungkapnya.

Menariknya, dr Suasa menemukan korelasi mendalam antara profesinya sebagai dokter dan hobinya sebagai pemangkas bonsai. Menurutnya, merawat bonsai menuntut ketelatenan, kesabaran, dan kepekaan tinggi, persis seperti mendiagnosis dan merawat pasien.

Ketekunan selama bertahun-tahun diperlukan untuk membentuk karakter pohon agar terlihat tua, proporsional, dan memiliki anatomi ranting yang sempurna.

Investasi waktu dan rasa itu membuahkan hasil yang mencengangkan. Salah satu koleksi primadonanya, sebuah bonsai jenis Sentigi yang telah ia rawat lebih dari sepuluh tahun, pernah ditawar oleh kolektor dengan harga yang setara dengan mobil mewah.

"Jadi gimana ya, saya tidak enak menyebutnya. Intinya seharga kepala tiga (Rp 300 juta)," ujarnya sambil tersenyum.

Kualitas karya dr Suasa bahkan telah diakui di level internasional. Koleksinya pernah mewakili Lombok Utara dalam kontes Asia Pasifik di Bali, sebuah pencapaian bergengsi bagi pecinta seni tanaman. Kini, rumahnya dipenuhi puluhan koleksi bonsai indah yang bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga berfungsi sebagai aset investasi jangka panjang yang nilainya terus meroket. (par/fer/r3)

Editor : Kimda Farida
#hobi #bonsai #koleksi #kue #Side Job