Saat Gen Z Memberi Jeda untuk Dirinya Sendiri, Mendaki Rinjani hingga Menjauh Sejenak,

Lestari Dewi • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 13:04 WIB
SELF REWARD: Ahmad Anwar bersama rekan-rekannya menikmati keindahan Gunung Rinjani di Sembalun, Lombok Timur, beberapa waktu lalu.
SELF REWARD: Ahmad Anwar bersama rekan-rekannya menikmati keindahan Gunung Rinjani di Sembalun, Lombok Timur, beberapa waktu lalu. 

 

Ada kalanya tubuh butuh istirahat, tetapi pikiran membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar rebahan. Setelah rutinitas, pekerjaan, dan tekanan sehari-hari menguras energi, self reward menjadi cara untuk berhenti sejenak, menikmati perjalanan, lalu kembali dengan semangat baru.

----

Bagi sebagian orang, hadiah setelah melewati hari-hari melelahkan mungkin berupa secangkir kopi, makanan favorit, atau barang yang sudah lama diincar. Namun, bagi sebagian anak muda Lombok Tengah, kebahagiaan itu justru ditemukan lewat perjalanan.

Ada yang memilih mendaki. Ada pula yang memilih melancong ke luar daerah.

Dua pilihan berbeda itu bermuara pada kebutuhan yang sama: memberi ruang kepada diri sendiri untuk bernapas.

Ahmad Anwar, 22 tahun, pemuda asal Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, misalnya. Setelah sepekan bergelut dengan pekerjaan dan berbagai aktivitas, ia memilih Gunung Rinjani sebagai tempat untuk merayakan pencapaian kecil dalam hidupnya.

Baca Juga: Keseruan Menjajal Trekking Menantang di Bukit Bao Daya Sembalun

Bukan jalur yang mudah. Bukan pula perjalanan yang sebentar. Lewat jalur Sembalun, Anwar harus menukar kenyamanan dengan langkah kaki yang terus bergerak menuju ketinggian. Savana, tanjakan, udara dingin, hingga jalur terjal menjadi bagian dari perjalanan menuju puncak Rinjani di ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut.

Namun, justru di tengah rasa lelah itu Anwar menemukan kepuasan yang dicarinya. “Buat saya, self reward itu nggak selalu soal beli barang mahal atau nongkrong di tempat mewah. Berdiri di puncak Rinjani setelah berjam-jam jalan kaki itu kepuasan yang nggak bisa dinilai pakai uang,” kata Anwar.

Baginya, rasa lelah selama perjalanan seperti terbayar ketika panorama Rinjani terbentang di depan mata. “Rasa capeknya terbayar tuntas pas ngeliat pemandangan lanskap dari atas. Suasana tenang di Rinjani benar-benar bikin pikiran kembali segar buat ngadepin rutinitas lagi,” ujarnya.

Bagi Anwar, mendaki bukan sekadar aktivitas fisik. Ada sensasi meninggalkan sejenak hiruk-pikuk keseharian dan dunia digital yang terus bergerak.

Setiap langkah menuju puncak menjadi semacam jeda. Jauh dari notifikasi, pekerjaan, dan tuntutan rutinitas.

Di titik itu, self reward bukan tentang apa yang dibeli, melainkan apa yang dirasakan.

Baca Juga: Tektok Bukan Sekadar Mengejar Waktu, Pemula Sebaiknya Tidak Mendaki Sendirian

Mencari Suasana yang Berbeda

Cerita berbeda datang dari Ema Widiati, perempuan asal Desa Bunkate, Lombok Tengah. Jika Anwar menemukan ketenangan di ketinggian, Ema memilih mencarinya dengan bepergian keluar daerah.

Bagi Ema, meninggalkan Pulau Lombok untuk beberapa waktu memberikan sensasi penyegaran yang berbeda. Meski Lombok memiliki banyak destinasi wisata, sesekali ia membutuhkan suasana yang benar-benar baru.

KELUAR DAERAH: Ema Widiati saat berada di Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
KELUAR DAERAH: Ema Widiati saat berada di Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

 

“Buat aku, self reward terbaik itu cari suasana yang benar-benar baru dan beda dari lingkungan sehari-hari. Walaupun Lombok punya banyak pantai cantik, kadang kita butuh landscape alam yang beda total biar bisa refresh pikiran secara maksimal,” ungkap Ema saat berbincang dengan Lombok Post, Jumat (18/9).

Baca Juga: Bukit Keteri Lombok Barat, Healing Tipis dengan View Laut Selat Lombok

Salah satu perjalanan yang baru-baru ini dilakukannya adalah menuju Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur. Hamparan Savana Bekol dengan latar Gunung Baluran menawarkan suasana yang berbeda dari kesehariannya.

Kawanan rusa liar, kerbau, dan bentang alam terbuka menjadi pengalaman yang menurut Ema sulit digantikan dengan sekadar menghabiskan waktu di tempat yang sama.

“Pas berdiri di tengah Savana Bekol Baluran itu rasanya tenang banget. Rasanya semua beban kerjaan yang bikin stres langsung menguap. Itulah kenapa aku rela menyisihkan tabungan khusus buat agenda traveling seperti ini,” tambahnya.

Bagi Ema, perjalanan semacam itu bukan sekadar menghabiskan uang untuk bersenang-senang. Ada pengalaman yang dibawa pulang.

Karena itu, ia memilih menyiapkan anggaran khusus. Tabungan perjalanan disisihkan sejak jauh-jauh hari agar keinginan berlibur tidak berubah menjadi beban setelah pulang. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
self reward wisata baluran Gunung Rinjani Keluar Daerah mendaki