GIRI MENANG-Deklarasi Milenial Road Safety Festival digelar, Minggu (3/3) kemarin. Pada perayaan puncak, Polres Lombok Barat (Lobar) mengadakan nyongkolan masal 53 pasangan suami istri. Diikuti pula ribuan pelajar sekolah yang ada di wilayah Lobar.
Kegiatan itu akhirnya menyedot perhatian masyarakat Lobar. Bahkan, nyongkolan massal ini berhasil mencatatkan rekor MURI, nyongkolan dengan peserta terbanyak di Indonesia dan dunia.
“Acara ini tidak hanya unik dan menarik, tetapi menjadi acara nyongkolan yang melibatkan pengantin terbanyak di Indonesia. Karena acara nyongkolan juga tidak ada di tempat lain, maka ini sekaligus mencatatkan rekor dunia,” terang Manajer Museum Rekor Indonesia (MURI) Ridho Al Amin, kemarin (3/3).
Ia mengaku kagum dengan puncak acara Milenial Road Safety Festival yang digelar Polres Lobar. Karena kegiatan begitu mendapat perhatian dari masyarakat. Nilai tambahnya, selain melestarikan budaya dan adat masyarakat Sasak, ini juga akan berdampak pada kesadaran untuk tertib lalu lintas.
Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi menjelaskan alasan Polres Lobar memilih menggelar acara nyongkolan massal di puncak acara Milenial Road Safety Festival. “Kenapa kami pilih acara nyongkolan massal? Ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana budaya nyongkolan yang seharusnya. Nyongkolan itu adalah adat budaya suku Sasak yang sangat baik,” terang Heri.
Sayangnya, selama ini aksi nyongkolan sering diwarnai kericuhan. Misalnya menggunakan kecimol dan semacamnya. Ini tak jarang menyebabkan gangguan kamtibmas hingga gangguan lalu lintas. Mengingat acara nyongkolan dilaksanakan di ruas jalan kabupaten hingga jalan protokol.
Akhirnya, bersama tokoh adat dan tokoh budaya setempat, melalui kegiatan nyongkolan massal ini Polres Lobar ingin mengedukasi masyarakat khususnya generasi milenial untuk tertib berlalu lintas. Sebelum nyongkolan massal dilaksanakan, terlebih dulu didahului isbat nikah 53 pasangan tanggal 21 Februari lalu. Bekerja sama dengan Pengadilan Agama Giri Menang, puluhan pasangan ini akan dibagikan buku dan akta nikah.
Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengapresiasi kegiatan nyongkolan massal yang digelar Polres Lobar. Ini menurutnya bisa mengajak para generasi milenial menjadi pelopor kesadaran tertib berlalu lintas. “Karena selama ini banyak masyarakat yang kurang sadar karena tidak tahu atau juga sengaja memang melanggar. Misalnya menerobos lampu lalu lintas atau menggunakan jalur cepat,” terang Fauzan.
Padahal, sambung bupati, sangat berbahaya bagi warga dan pengendara lainnya. Termasuk juga kurangnya kesadaran warga dalam menjaga ketertiban dan keamanan ketiga menggelar acara nyongkkolan yang memag menjadi adat budaya masyarakat Lobar. “Makanya dengan adanya sosialisasi melalui kegiatan nyongkolan ini, saya optimistis bisa menyadarkan masyarakat khususnya generasi milenial pentinganya menjaga ketertiban dan keamanan berlalu lintas,” terangnya.
Sementara Kasatlantas Polres Lobar Iptu Lalu Panca Warsa menjelaskan kegiatan Milenial Road Safety Festival ditujukan untuk menekan lakalantas. Kegiatan ini melibatkan ribuan pelajar dan masyarakat kalangan umum. Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa rangkaian. Mulai dari jalan sehat, touring, dan safety riding yang telah digelar Februai lalu hingga puncak acara nyongkolan massal. “Kegiatan ini bertujuan mengingatkan kalangan remaja milenial pentingnya tertib berlalu lintas,” pungkas Panca. (ton/r10)
Editor : Administrator