Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cara Pokdarwis Sesaot Kenalkan Potensi Wisata Desa

Administrator • Rabu, 20 Maret 2019 | 13:36 WIB
PATUT DIAPRESIASI: Penulis Buku Dakwah Nusantara Febrian Putra (tengah) bersama Direktur Lombok Post Alfian Yusni usai peluncuran buku di Ballroom Islamic Center, Sabtu (16/1/2021) lalu.
PATUT DIAPRESIASI: Penulis Buku Dakwah Nusantara Febrian Putra (tengah) bersama Direktur Lombok Post Alfian Yusni usai peluncuran buku di Ballroom Islamic Center, Sabtu (16/1/2021) lalu.

Desa Sesaot di kenal sebagai desa sumber mata air. Lebih dari itu, desa ini ternyata memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Itu telah disaksikan sejumlah peserta Mountain Bike yang melintas menyusuri alam pedesaan, Minggu (17/3) lalu.


 HAMDANI WATHONI, Giri Menang.


============================


Air terjun, kolam pemandian, serta air sungai yang jernih menjadi daya tarik pariwisata Desa Sesaot. Namun keindahan Sesaot bukan itu saja. Justru, keindahan Sesaot ada di sisi dalam alias jantung desa ini.


Itulah yang kemarin dikenalkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sesaot. Melalui kegiatan sepeda lintas alam. Pokdarwis Desa Sesaot ingin mengenalkan pariwisata Sesaot yang sesungguhnya kepada masyarakat luas.


“Ini merupakan kegiatan menyambut hari ulang tahun Lobar ke-61. Kami ingin mengenalkan Sesaot Inside yang bisa dilintasi degan trek sepeda,” terang Ketua Pokdarwis Desa Sesaot Azudin Nur.


Pria yang biasa karib dipanggil Jabot ini menggerakkan para pemuda desa. Mengelola event sepeda lintas alam sambil mengenalkan keindahan desa. Karena, ini menjadi cikal bakal paket wisata Desa Sesaot yang akan ditawarkan kepada wisatawan.


Melalui kegiatan ini juga akan menjadi cikal bakal bagi Pokdarwis Sesaot menggelar kegiatan event sepeda gunung nasional April mendatang. Untuk kegiatan Minggu kemarin, diikuti sekitar 80 peserta. Mereka berasal dari Lombok tengah, Lingsar, Kekeri, Mataram hingga Gerung.


Para pesepeda ini hadir bersama komunitasnya menjajal lintasan Sesaot mengitari hutan, kebun hingga area persawahan masyarakat setempat. “Tanjakannya terjal, dan turunannya maut. Tapi pemandangan yang dilewati indah. Medannya cukup menantang,” ujar Sudarsana salah seorang peserta yang mengaku berasal dari Lingsar.


Lintasan sepeda yang harus dilewati para peserta berjarak 6-7 kilo meter. Para peserta ditawarkan medan perbukitan dan persawahan yang memesona dengan tantangan di dalamnya. Kepala Desa Sesaot Yuni Hariseni berharap kegiatan ini membuka wawasan para pemuda untuk mengelola pariwisata Sesaot.


Ia ingin kehadiran sektor pariwisata ini bisa membawa dampak ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat. “Ketika banyak yang datang berwisata sepeda ke sini, maka akan berdampak pada perekonomian masyarakat,” yakinnya.


Mulai dari ekonomi kreatif hingga industri rumah tangga diharapkannya bisa menggeliat. Untuk itu, Yuni menargetkan masing-masing dusun memiliki satu destinasi wisata. Salah satu yang kini sudah mulai dirintis adalah Vetong Hill yang menjadi garis finish sepeda lintas alam kemarin.


Destinasi wisata yang berada di ketinggian perbuktan desa Sesaot ini menawarkan pemandangan alam pedesaan. Udara yang bersih dan lingkungan yang asri menjadi sajian yang bisa dinikmati wisatawan. (*/r5)

Editor : Administrator
#Giri Menang