Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mencicipi Madu Trigona Desa Bengkaung, Lombok Barat

Administrator • Jumat, 5 April 2019 | 15:58 WIB
NIKMAT MENYEHATKAN: Imamul Azkar menunjukkan proses pembuatan madu trigona di tempat budidaya miliknya belum lama ini.
NIKMAT MENYEHATKAN: Imamul Azkar menunjukkan proses pembuatan madu trigona di tempat budidaya miliknya belum lama ini.

Lombok Barat punya sejumlah produk andalan yang bisa dibanggakan. Salah satunya adalah madu trigona khas Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar. Madu ini sekarang sudah dipasarkan hingga Pulau Jawa.


HAMDANI WATHONI, Giri Menang


===========================

Sekilas terlihat sama seperti madu pada umumnya. Namun ketika dicicipi baru akan terasa bedanya. Ada rasa sedikit kecut. Manis namun nikmat. Minuman dari madu trigona ini, kini sudah diolah menjadi jus.


Ya, inilah dia madu yang cukup terkenal di wilayah Lombok Barat (Lobar). Madu trigona namanya. Madu ini merupakan produk asli Desa Bengkaung.


Madu ini sudah mulai diproduksi sejak tahun 2013 silam. Madu trigona merupakan bahasa latin. Masyarakat Desa Bengkaung lebih karib menyebutnya madu nyanteng. Madu yang memiliki rasa nikmat ini diproduksi oleh lebah yang sudah dibudidayakan.


Hasil produk ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Tidak hanya di wilayah Lombok Barat, tapi juga di luar daerah. “Pemasarannya Alhamdulillah ke luar daerah seperti ke Sukabumi, Surabaya, dan Pulau Jawa. Per empat bulan dikirim,” jelas Imamul Azkar, pengusaha Madu Trigona Desa Bengkaung kepada Lombok Post.


Di tempat yang tidak terlalu luas, Imam sapaannya membudidayakan lebah penghasil madu ini di kediamannya. Melihat tekad dan kesungguhan Imam dalam menjalankan usaha ini, pemerintah daerah hingga pemerintah desa akhirnya meliriknya. Memberikan bantuan cara pengemasan hingga pemasaran. Sehingga, usahanya yang semula dikelola secara tradisional, kini sudah bekrkembang.


“Madu ini dianggap sebagai usaha yang prospek ke depannya bagus karena masuk cluster madu kelas satu di dunia. Kandungan propolisnya lebih tinggi dari madu lain,” paparnya.


Ini yang membuat madu ini memiliki banyak khasiat. Mulai dari mengobati maag kronis, asam urat, diabetes, hingga berbagai penyakit lainnya.


Akhirnya usaha Imam ini oleh pemerintah desa kini dibantu permodalan hingga menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Bahkan, usahanya menjadi salah satu andalan Desa Bengkaung untuk menarik kedatangan wisatawan.


Karena tak jarang, pembeli madu ini juga ingin menyaksikan secara langsung proses pembuatan madu ini. Maka jadilah usaha madu trigona Bengkaung menjadi salah satu andalan pariwisata Desa Bengkaung.


“Selain mereka ingin menikmati madunya, biasanya pembeli yang datang dari luar daerah penasaran ingin melihat bagaimana lebah menghasilkan madu ini. Maka ini menjadi salah satu ciri khas desa kami sebagai desa wisata penghasil madu,” paparnya. (*/r5)

Editor : Administrator
#Giri Menang