GIRI MENANG-Kualitas kesehatan masyarakat di Desa Kuripan Induk masih rendah. Namun, desa ini justru masuk dalam kategori desa maju. Hal ini sangat disesalkan Kepala Desa Kuripan Hasbi. Karena berdampak pada kucuran bantuan dana desa dari pusat.
“Saya kepala desa baru di sini. Dari sisi mana desa ini dikatakan desa maju padahal masih banyak yang belum punya jamban,” akunya usai mengikuti sosialisasi dari Da’i Kesehetan di aula Kantor Desa, kemarin (5/7).
Dari sekitar 2.500 Kepala Keluarga (KK), ia mengaku baru sekitar 1.000 KK yang telah memiliki jamban. Sisanya 50 persen lebih masih belum punya. Otomatis warga masih sering Buang Air Besar (BAB) sembarangan. Mulai di sungai atau kali hingga di kebun. “Inilah fakta yang terjadi. Masih banyak yang belum memilik jamban. Baru sekitar 1.000 kepala keluarga yang punya,” bebernya.
Bukan bermaksud tidak merasa bersyukur, tetapi Hasbi mempertanyakan indikator desanya dikategorikan sebagai desa maju. Karena ini juga berdampak pada bantuan dana desa yang ia terima. Saat ini, Desa Kuripan mendapatkan anggaran dana desa sekitar Rp 1,4 miliar per tahun. Sementara Desa Giri Sasak yang notabenenya memiliki luas wilayah lebih kecil dengan jumlah warga yang tidak terlalu jauh berbeda memiliki anggaran sekitar Rp 1,7 miliar.
“Termasuk stunting juga di sini masih cukup banyak. Kuripan kan paling banyak (kasus stunting). Lalu dari sisi mana diaggap desa maju,” tanyanya.
Dengan kondisi ini, ia pun harus memutar otak untuk menjemput program pemerintah daerah maupun program pemerintah pusat. Tahun ini, Desa Kuripan mendapatkan bantuan dari Kementerian Desa untuk pembangunan jamban. “Ada kami dapat program jambanisasi sekitar 300 unit dari program pemerintah pusat di Dusun Karang Rumak. Anggarannya sekitar Rp 350 juta dari pemerintah pusat,” sebutnya.
Dengan keluhan yang disampaikan warga Desa Kuripan, pihak dari forum Da’i Kesehatan mengaku siap menyampaikan aspirasi warga kepada pemerintah kabupaten. Agar solusi dari persoalan warga bisa ditemukan.
“Serapan kami dari penyuluhan, warga Desa Kuripan membutuhkan bantuan jamban, sanitasi air bersih dan regulasi dari Gerakan Anti Merariq Kodek (GAMAK),” jelas Sekretaris Forum Da’i Kesehatan Amrul Jihad.
Da’i kesehatan berperan sebagai katalisator. Karena di satu sisi da’i kesehatan bersama Dinas Kesehatan Lobar merupakan perwakilan pemerintah daerah. “Di satu sisi, kami menjadi perwakilan masyarakat,” tandasnya. (ton/r8)
Editor : Administrator