Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Satu Warga ODP Korona di Montong Are, Lombok Barat Meninggal

Administrator • Senin, 30 Maret 2020 | 09:46 WIB
Ilustrasi Pemakaman Pasien Covod 19 (Pemka Sidoarjo untuk Jawa Pos)
Ilustrasi Pemakaman Pasien Covod 19 (Pemka Sidoarjo untuk Jawa Pos)

GIRI MENANG-Warga Lombok Barat (Lobar) resah. Menyusul beredarnya video salah seorang warga meninggal dunia tadi malam atas nama SB (inisial, Red), 45 tahun.


Ia meninggal dunia dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP) Korona. Sehingga ia dimakamkan  sesuai Standar Operasional (SOP) penanganan waspada Covid-19.


"Korban ini adalah sopir truk yang baru pulang dari Jawa. Riwayatnya dia pernah ke Surabaya, Mojokerto, dan Bali. Tiba di sini (Lombok) Senin Malam (23/3)," jelas petugas medis Puskesmas Kediri dr. Sabar yang menangani korban tadi malam (29/3).


Selasa pagi, pihak petugas kesehatan mendatangi SB. Setelah mereka menerima laporan dari kepala dusun dan Kepala Desa Montong Are. Petugas memberikan korban obat-obatan karena ada gejala batuk pilek.


SB dinyatakan berstatus ODP dan diminta untuk karantina mandiri. Tidak keluar rumah dan beraktivitas di luar selama 14 hari. Kondisinya pun dilaporkan membaik dan diduga sempat main bulutangkis hingga larut malam pada 25 Maret lalu.


Namun subuh kemarin, kondisinya memburuk dan sesak nafas. Sayang tidak dilaporkan oleh pihak keluarga. Baru kemudian Magrib tadi malam, korban dibawa ke Puskesmas Kediri sekitar pukul 18.00 Wita.


Sayangnya, setibanya di Puskesmas Kediri, sekitar pukul 18.20 Wita, korban sudah tak bernyawa. Diduga meninggal saat dalam perjalanan. "Tapi belum dipastikan apakah korban positif Korona atau tidak," jelas dr Sabar.


Pemakamannya langsung dilaksanakan tadi malam sesuai SOP penanganan warga berstatus ODP Covid-19. Jenazahnya tak dimandikan dan diantarkan terlalu banyak warga. Mencegah penularan Korona. "Kalau pun diantar mungkin dari jauh untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan," jelasnya.


Sementara Kepala Puskesmas Kediri H Sahroji mengaku pihaknya sudah memberikan penanganan sesuai SOP kewaspadaan Korona. Tim langsung bertindak dengan dua Alat Pelindung Diri (APD) yang sudah sesuai standar.


"Kami punya dua APD standar yang diberikan pihak Dinas Kesehatan," jelasnya.


Langkah selanjutnya yang dilkakukan pihak Puskesmas Kediri dan Satgas Korona Lobar serta Dinas Kesehatan Lobar saat ini adalah mengidentifikasi warga yang berinteraksi dengan korban. Informasi awal, ada sepuluh orang yang telah berinteraksi dengan korban. Dengan tiga orang bersama korban sampai larut malam bermain bulutangkis.


"Tiga orang itu menyatakan siap diperiksa," ujar Sahroji.


Informasi dari Kepala Desa Montong Are Mudjitahid, SB memang memiliki penyakit bawaan. Sebelum dirinya berstatus ODP Covid-19. "Dia (SB) punya penyakit bawaan dari dulu. Sering mengalami sesak dan sakit di lambung kiri," bebernya.


Namun karena viral wabah virus Korona, banyak warga yang akhirnya berspekulasi ia meninggal terindikasi wabah virus mematikan tersebut. "Tadi siang dia masih main-main sebagaimana biasa dan tetap main bulutangkis," tandasnya. (ton/r3)

Editor : Administrator
#Virus Korona #Coronavirus #Lombok Barat