"Pantai Cemara akan kami tata khususnya kebersihannya. Pantai Cemara akan menjadi tempat penginapan, kuliner, dan area Water Sport," jelas Ketua BUMDes Mitra Bahari Bahtiar Kurniawan kepada Lombok Post.
Pantai Cemara akan dikelola menjadi tiga zona. Zona utara akan menjadi penginapan bagi wisatawan, zona tengah akan menjadi pusat wisata kuliner lokal, dan zona selatan akan menjadi area water sport. Maklum, pantai ini memiliki perairan yang tenang sehingga cocok bagi wisatawan untuk berenang dan bermain air.
BUMDes menyiapkan anggaran sekitar Rp 100 juta untuk penataan wisata Pantai Cemara. Pantai ini akan dibuat sebersih dan semenarik mungkin agar sesuai dengen selera wisatawan milenial maupun keluarga. "Kami ingin menghilangkan kesan kumuh dari Pantai Cemara," tegas Bahtiar.
Harapannya, dengan Pantai Cemara semakin banyak dikunjungi, bisa mendatangkan lebih banyak PADes dan menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Sehingga ke depan area wisata Pantai Cemara bisa menjadi ikon Lembar yang membanggakan. "Kalau saat ini PADes berasal dari karcis masuk pantai saja sesuai Perdes," terang Bahtiar.
Untuk menggairahkan kembali wisata Pantai Cemara, Karang Taruna bersama Youth Of Lembar Organization dan pemerintah desa menggelar Cemara Bercerita. Para pemuda desa menggelar aksi panggung musik dan bercerita mengenai sejarah Pantai Cemara kepada pengunjung yang datang.
"Cemara Bercerita ini adalah bagian dari program transisi new normal setelah Pantai Cemara vakum akibat Covid-19," jelas Ketua Panitia Cemara Bercerita, Sibawaeh.
Kegiatan ini juga dikatakannya untuk menghibur wisatawan yang datang. Sehingga kedatangan mereka ke pantai ini memberikan kesan yang baik. "Tidak hanya dengan hiburan, ke depan kami akan menyiapkan kesan bahwa Pantai Cemara ini adalah pantai yang bersih, aman dan nyaman," tandasnya. (ton/r3)
Editor : Administrator