GIRI MENANG-Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mulai berpikir untuk melakukan rekayasa lalu lintas di perempatan Bengkel. Ini sebagai upaya mengatasi kemacetan di jalur tersebut.
Kepala Dishub Lobar H. Moh. Najib mengatakan, pihaknya merencanakan melakukan pengaturan jalur kendaraan. Yaitu menerapkan satu jalur, khusus untuk kendaraan besar. Misalnya truk fuso dan bus dari dan tujuan Pelabuhan Lembar.
"Yang datang dari Lembar tidak melewati Kediri, tapi dari Rumak langsung tembus ke Bengkel. Sementara yang dari arah Mataram tidak boleh belok kanan di perempatan itu, tapi lewat Kediri," kata Moh Najib.
Itu baru rencana awal. Pihaknya masih perlu mematangkan lagi agar berjalan efektif. Menurut Najib, rekayasa lalu lintas bagi kendaraan besar itu, dinilai akan mampu mengatasi kemacetan. "Karena dengan memasang lampu merah malah semakin macet," ujarnya.
Iya, beberapa waktu lalu di perempatan Bengkel sudah dipasangi traffict light. Akan tetapi karena menimbulkan kemacetan panjang, akhirnya dinonaktifkan. "Sekarang hanya diplessing atau menyalakan lampu kedap-kedip kuning saja," terang Najib.
Pengaktifan plessing itu agar pengendara tetap berhati-hati. Najib mengatakan, pihaknya menyadari, tanpa ada lampu merah rawan terjadinya kecelakaan.
Meski begitu, belum ada rencana mengaktifkan kembali traffic light perempatan Bengkel. Najib mengatakan, jika lampu merah dinyalakan, pasti akan menambah kemacetan panjang. "Karena pernah kita coba sekitar dua minggu, dan ternyata macetnya semakin parah," imbuh Najib.
Pemasangan traffic light ketika itu berdasarkan permintaan masyarakat. Jika ada permintaan pengaktifan lagi, Dishub tidak bisa langsung memenuhinya. "Gampang sekali kalau mau diaktifkan, karena tinggal tekan tombol," pungkasnya. (cr-bib/r3)
Editor : Galih Mps