Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemarau, Destinasi Wisata Pemandian Bunut Ngengkang Alami Kekeringan

Galih Mps • Selasa, 15 Agustus 2023 | 19:00 WIB
DISTRIBUSI AIR: Warga antre mengambil air bersih yang dibagikan petugas BPBD Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.
DISTRIBUSI AIR: Warga antre mengambil air bersih yang dibagikan petugas BPBD Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

GIRI MENANG-Kekeringan yang semakin luas di Kabupaten Lombok Barat tidak hanya melanda wilayah-wilayah yang rawan kekeringan. Akan tetapi titik-titik yang selama ini memiliki ketersediaan air cukup, juga mulai kering.


Salah satu contohnya di Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada. Persisnya wisata pemandian Bunut Ngengkang yang ada di desa tersebut. Mulai beberapa waktu lalu, tempat ini sudah tidak ada air.


Informasi yang diperoleh, kondisi tersebut sebenarnya rutin terjadi setiap tahun. Akan tetapi tidak sedikit masyarakat yang menyayangkan hal itu. "Bagiamana jadinya penyangga air kekurangan air. Inikan lucu," kata Taufiqurrahman, salah satu warga Lobar.


Dia mengatakan, Kecamatan Narmada dan Lingsar menjadi penyangga air di Lombok Barat. Dengan banyaknya sumber-sumber air, dua kecamatan ini hampir tidak pernah kekeringan. "Saya berharap, Pemkab memberikan atensi serius terhadap kondisi tersebut sehingga tidak berdampak luas," imbuh Taufiq.


Apalagi, saat ini baru saja memasuki musim kemarau. Semestinya, kata Taufiq, wisata Bunut Ngengkang masih ada air. Sebab, dampak kekeringan mulai terasa pada Oktober hingga Desember nanti.


"Kalau daerah rawan kekeringan sudah mulai sulit air. Tapi Narmada-Lingsar seharusnya belum," ujar pria asal Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar itu.


Oleh sebab itulah, dia meminta kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan hal tersebut. Jangan sampai ke depan, kekeringan melanda Narmada-Lingsar. "Berharap pemerintah tidak berlebihan mengeksploitasi ketersediaan sumber air, karena Lingsar Narmada penyangga air," pungkas Taufiq.


Kepala Desa Buwun Sejati Muhidin membenarkan kalau wisata Pemandian Bunut Ngengkang sudah tidak ada air. Dia mengatakan, air yang berasal dari sebuah sumber sudah kering. "Terjadi setiap tahun. Kalau musim kemarau pasti kering," katanya.


Dia mengaku, obyek ini masih dalam pengelolaan pemerintah yang dikerjasamakan dengan kelompok masyarakat. Dengan kondisi saat ini, wisata tersebut hanya bisa dikunjungi ketika musim hujan. "Ya, betul. Sekarang tidak ada kunjungan," pungkas Muhidin. (bib/r3)

Editor : Galih Mps
#Lobar