Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Kampung Melayu Ampenan Ditangkap Polisi, Diduga Tembak Warga Dengan Senapan Angin

Galih Mega Putra S • Selasa, 31 Oktober 2023 | 14:34 WIB
MENGAKU KASIHAN: Pelaku penembakan terhadap korbannya hingga tewas. Dia terancam hukuman seumur hidup, atau penjara 15 tahun. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)
MENGAKU KASIHAN: Pelaku penembakan terhadap korbannya hingga tewas. Dia terancam hukuman seumur hidup, atau penjara 15 tahun. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Pria berinisial FY, asal Kampung Melayu Tengah, Kecamatan Ampenan dibekuk Satreskrim Polres Lobar.

Pria 51 tahun itu diamankan karena menembak korbannya dengan senapan angin hingga tewas. Korban meninggal berinisial WD,52, asal Dusun Tanah Embet Timur, Kecamatan Batulayar.

Insiden ini terjadi tanggal 17 Oktober 2023 lalu di Dusun Tanah Embet Timur, Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar. Kejadian itu bermula dari cekcok antara korban dengan anaknya sendiri.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolres Lobar AKBP Bagus Nyoman Gede dalam jumpa pers Senin (30/10), FY menembakkan peluru ke korban karena dia tidak tega melihat korban memukul anak dan menantunya sendiri.

"Pelaku duduk jongkok dari luar pagar rumah dan membidikan senapan ke korban," jelasnya.

Proyektil peluru dari senapan angin itu mengenai bagian dada korban. Mengetahui tembakannya mengenai sasaran, pelaku masuk ke dalam rumah.

Dia kemudian memukul korban pada bagian kening satu kali hingga WD terjatuh. FY kembali memukul mulut korban dua kali hingga akhirnya pingsan.

"Dan pelaku pergi. Pelaku maupun korban dalam kondisi mabuk," kata Nyoman Gede.

Nyoman Gede menceritakan, cekcok antara korban dengan menantunya bermula ketika korban baru pulang. Sesampainya di rumah, korban kemudian marah-marah kepada anaknya.

Percekcokan itu dilerai oleh menantu korban sendiri. Inilah yang membuat korban naik pitam. Dia memukul anak dan menantunya.

Mendengar ada keributan dari dalam, pelaku yang sedang nongkrong tidak jauh dari rumah tersebut, kemudian mendekat.

Pelaku langsung mengarahkan tembakkannya ke tubuh korban. Nyoman Gede mengaku, korban sempat dilarikan ke rumah sakit. Tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan.

"Satu butir proyektil senapan angin ditemukan di tubuh korban saat proses otopsi," jelasnya.

Kasatreskrim Polres Lobar AKP Made Dharma Yulia Putra mengatakan, korban dan pelaku tidak memiliki hubungan kekeluargaan.

Tetapi pelaku yang berasal dari Ampenan sering ke Dusun Tanah Embet Timur untuk berburu hewan. Di situ dia juga kerap nongkrong untuk minum alkohol.

Sementara itu, FY mengatakan, dirinya nekat menembak korban karena kasihan dengan anak dan menantu korban. Dia mengaku, hampir setiap hari mendapati korban melakukan kekerasan kepada keluarganya.

"Bahkan pernah memukul cucunya yang masih kecil. Saya kasihan karena setiap hari ribut," katanya. (bib/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Lobar #Polres Lobar #penembakan