LombokPost-Pemdes Kuripan berharap reservoir di area Gunung Sasak segera dimanfaatkan sesuai fungsinya.
Seperti yang diketahui, tempat penampungan air tersebut tidak digunakan sejak selesai dibangun pada tahun 2011 lalu.
Kepala Desa Kuripan Hasbi mengaku, reservoir itu rencananya akan segera difungsikan. Usulan mengenai hal ini telah disampaikan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB. "Saya pernah diundang rapat, dan sudah dalam tahapan pengusulan," katanya.
Menurutnya, jika fasilitas tersebut difungsikan, akan memberikan manfaat besar kepada masyarakat. Tidak hanya bagi warga Kecamatan Kuripan, tetapi juga akan memenuhi kebutuhan air warga Lobar. Sebab, mampu menampung air dalam jumlah banyak, dan direncanakan dialiri ke wilayah Kecamatan Lembar dan sekotong.
Bagi pemerintahan desa, kata Hasbi, memiliki keuntungan sendiri. Yaitu mendapatkan pemanfaatan dari pengelolaan reservoir itu. 'Kita akan mendapatkan CSR kalau sudah terlaksana. Tapi sepertinya masih lama karena baru pengusulan," ujarnya.
Untuk sementara waktu, Hasbi mengusulkan agar diserahkan pengelolaannya ke desa. Dia ingin, keberadaan reservoir itu menjadi pendukung pengembangan wisata Gunung Sasak. "Rencananya, mau dibuatkan tempat selfi sambil menunggu berfungsi," harapnya.
Lalu Thamrin, salah satu warga Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan meminta agar reservoir dimanfaatkan sebagai tempat budidaya belut. Menurutnya, itu akan mendatangkan manfaat besar bagi warga sekitar. Terutama bagi puluhan masyarakat kelompok tani hutan kemasyarakatan (HKm) Gunung Sasak. "Kita sudah minta ke PUPR provinsi agar bisa dikelola kelompok," ujarnya.
Pria yang juga Ketua Kelompok Tani HKM Gunung Sasak itu mengaku, reservoir tersebut belum pernah dimanfaatkan sama sekali. "Makanya, saya sebagai ketua kelompok meminta dengan hormat supaya ada manfaatnya bagi kelompok," imbuh Thamrin.
Menurutnya, reservoir itu sangat cocok dijadikan tempat budidaya belut. Dengan ukuran bangunan yang cukup besar, sangat bisa menampung banyak belut untuk dipelihara masyarakat. Bangunan itu memiliki diameter 21,5 meter x 25,5 meter. Kemudian di bagian bawah memiliki kedalaman sekitar 3 meter.
Dia menambahkan, fasilitas itu tidak hanya bisa dialihkan sebagai tempat budidaya belut. Tetapi bisa juga untuk kepentingan lain. Misalnya sebagai tempat penampungan air dalam jumlah sedikit. Airnya kemudian dialirkan untuk kebutuhan warga sekitar. "Yang penting ada manfaatnya," tutup Thamrin. (bib/r3)
Editor : Kimda Farida