LombokPost-Ada lampu hias "siluman" di Senggigi. Wujudnya ada, tapi tidak menyala.
Informasi yang diperoleh Koran ini, pekerjaan proyek itu selesai tahun 2020 lalu. Ketika itu pernah menyala sebentar, hanya beberapa minggu saja. Setelah itu padam.
Munajab, salah satu warga Kecamatan Batulayar mengaku, keberadaan lampu hias itu menjadi mubazir. Kesannya hanya menghabiskan anggaran. "Karena menelan anggaran miliaran rupiah. Inikan jadi proyek buang-buang uang," katanya.
Dia menambahkan, di tempat itu sering terjadi kecelakaan. Salah satunya karena minimnya penerangan. Padahal, dalam proyek revitalisasi Senggigi yang dikerjakan pada tahun 2020 lalu itu, di beberapa titik ruas jalan dari Batulayar hingga Senggigi banyak dipasang lampu jalan yang juga sebagai hiasan.
"Tiang lampu hanya jadi sampah saja, dulu hanya nyala beberapa minggu saja, sekarang tidak pernah menyala lagi. Wisata di Batulayar gelap gulita. Sampai tiang lampu ini berkarat dan hanya jadi sampah saja," kritiknya.
Warga sekitar sudah lama menanyakan kondisi tersebut. Sayangnya, hingga kini pihak yang memiliki kewenangan tidak pernah Menindaklanjuti. "Lampu jalan ini sangat dibutuhkan untuk bisa mengurangi angka kecelakaan," kata Munajab.
Terpisah, Camat Batulayar Afgan Kusuma Negara membenarkan banyaknya lampu hias di kawasan wisata Senggigi tak berfungsi. Dia juga berharap segera ada tindak lanjut dari instansi terkait. "Mudahan sudah ada perbaikan menjelang pergantian tahun ini," harapnya.
Terlebih dengan telah adanyanya MoU antara Pemda Lobar dengan pihak ketiga dalam pengelolaan KPBU-PJU. Pihaknya berharap agar hal itu bisa segera terealisasi dan benar-benar bisa mengatasi persoalan penerangan jalan yang selama ini kerap dikeluhkan.
"Kita ingin supaya penerangan jalan ini bisa segera terealisasi, setidaknya awal tahun 2024 ini, agar Lombok Barat bisa terang benderang," pungkasnya. (bib/r3)
Editor : Kimda Farida