LombokPost-Kebakaran yang terjadi di Desa Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Jumat malam (17/11) bisa jadi pelajaran.
Peristiwa yang menimpa rumah milik Muhammad Dasuki, 60 tahun, dipicu pembakaran wadah tray telur untuk mengusir nyamuk.
“Anaknya yang bernama Dika diketahui membakar tray telur yang diletakkan di lantai dua dekat kasur untuk mengusir nyamuk,” terang Kapolsek Gunungsari Iptu I Putu Gede Merta Yasa, Sabtu (18/11).
Api dari tray telur yang terbakar merembet ke kasur dan gorden.
Kemudian api terus menjalar hingga menghanguskan rumah yang terletak di pinggir jalan Dusun Barat Kubur Perumahan Pondok Indah tersebut sekitar pukul 19.40 Wita.
Irhas, saksi mata yang juga anak pemilik rumah mengaku api menjalar cukup cepat dari lantai dua.
Ia bersama ibu dan dua saudaranya melihat api sudah berkobar di lantai atas.
Kobaran api disinyalir berasal dari kasur yang terbakar.
Api semakin besar membuat pemilik rumah panik.
Tak berselang lama, warga berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air menggunakan ember.
Namun upaya itu tak membuahkan hasil.
“Sehingga warga berinisiatif menghubungi Polsek Gunungsari dan pemadam kebakaran karena dikhawatirkan api akan meluas ke rumah sebelah barat di depan lokasi kebakaran,” terang Merta Yasa.
Setelah pemadam kebakaran tiba, api baru bisa dipadamkan.
Polsek Gunungsari kemudian melakukan olah TKP di lokasi kebakaran, Sabtu (18/11).
Informasi awal dari olah TKP, ada beberapa barang yang terbakar.
Mulai dari kasur, satu set kursi kayu, pakaian, serta satu unit sepeda gayung.
Atas kejadian ini korban diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Untuk sementara kebakaran diduga disebabkan oleh anak pemilik rumah yang membakar tray telur dengan maksud mengusir nyamuk,” kata Merta Yasa.
Ia berharap dengan kejadian ini, warga bisa lebih hati-hati dan waspada dengan segala aktivitas yang berkaitan dengan api atau pembakaran. (ton/r1)
Editor : Marthadi