Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Air Tak Kunjung Keluar, Gangguan Distribusi Air PT AMGM di Selatan Lobar Sampai Akhir Januari

Galih Mega Putra S • Jumat, 19 Januari 2024 | 10:20 WIB
MAMPET LAGI: Sarmila, warga Dusun Mesanggok, Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung harus mengelus dada melihat kran airnya hanya keluar angin karena gangguan distribusi air.(Farida/Lombok Post)
MAMPET LAGI: Sarmila, warga Dusun Mesanggok, Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung harus mengelus dada melihat kran airnya hanya keluar angin karena gangguan distribusi air.(Farida/Lombok Post)

LombokPost-Pelanggan PT Air Minum Giri Menang (AMGM) di sebagian wilayah selatan Lombok Barat (Lobar) harus menarik nafas panjang. Gangguan distribusi air yang terjadi sejak penghujung tahun lalu kemungkinan akan berlangsung hingga akhir Januari 2024.

“Kami upayakan bisa normal pada Februari secara berangsur-angsur,” kata Manager Distribusi PT AMGM M Sanwani kepada Lombok Post, Kamis (18/1).

Dia menjelaskan, saat ini PT AMGM tengah melakukan penggantian jaringan dari titik nol yang berada di dekat RS Awet Muda Narmada sampai Jembatan Dodokan, Kecamatan Gerung. Proses tersebut kini sudah sampai wilayah Ombe, Kecamatan Kediri.

“Memang dari tanggal 30 Desember 2023 itu kami sedang melakukan uji coba konstruksi yang sudah terpasang ini,” ujarnya.

Gangguan distribusi kemudian muncul lantaran adanya peningkatan tekanan dan aliran air mulai dari titik nol sampai perempatan Bengkel, Kecamatan Labuapi. Kondisi ini mengakibatkan penurunan tekanan dan aliran air di wilayah selatan.

“Inilah kemudian yang mengakibatkan munculnya keluhan-keluhan dari masyarakat,” imbuhnya.

Sarwani menyebut pihaknya sudah melakukan evaluasi secara terus menerus untuk melakukan normalisasi. Namun hingga sekarang masih terjadi gangguan distribusi air walaupun tidak secara keseluruhan dirasakan pelanggan di wilayah Lobar.

Petugas di lapangan diakuinya masih belum menemukan pangkal pemicu terjadi gangguan dalam jaringan perpipaan mereka. Hambatan yang dimaksud tengah ditelusuri.

“Kalau berdasarkan teori, ada dua hal hambatan yang paling besar dalam jaringan perpipaan tertutup. Kemungkinan ada material yang menghambat dan angin,” katanya.

Upaya yang dilakukan mereka untuk mengatasi persoalan gangguan distribusi dengan melakukan penyaluran (dropping) air ke sejumlah wilayah terdampak. Namun memang area yang dijangkau masih terbatas lantaran armada yang dimiliki PT AMGM hanya lima unit.

Manager Kehilangan Air PT AMGM Dadi Rahman menambahkan, pergantian jaringan dilakukan untuk mengatasi persoalan yang tiga tahun terakhir kerap terjadi di wilayah selatan Lobar. Gangguan biasanya diakibatkan kebocoran di jaringan distribusi utama.

“Lewat program ini kami berharap kedepan tidak ada lagi gangguan kebocoran yang cukup besar,” ujarnya.

Sebagai solusi jangka pendek atas hambatan yang tengah dihadapi akan ada pemasangan air valve di lima titik sepanjang jaringan ini. Upaya teknis lainnya adalah pemasangan satu titik pemappingan di wilayah Patung Sapi Gerung sampai Dodokan. Mereka juga mengupayakan proses normalisasi selama 24 jam secara terus menerus.

Asisten Manger Humas Siti Hadiyaningrum mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah mendata wilayah terdampak atas gangguan distribusi air tersebut. Mereka juga telah melakukan penyaluran ke sejumlah lokasi yang memang belum ada titik injeksi.

“Kami juga publish di media sosial wilayah mana saja yang kami salurkan air,” ujarnya.

Sementara itu, keluhan mengenai gangguan distribusi air ramai disampaikan para pelanggan PT AMGM di media sosial sejak beberapa minggu terakhir. Mereka bahkan membanjiri kolom komentar akun media sosial perusahaan plat merah ini dengan protes karena merasa dirugikan dengan pelayanan yang buruk.

“Gangguan distribusi air ini tidak hanya terjadi sekali dua kali tapi bisa dikatakan hampir setiap hari di Januari sehingga benar-benar sangat mengganggu aktivitas kami,” ujar Nuraini, warga Mesanggok, Kecamatan Gerung dengan nada kesal.

Menurutnya, sejauh ini belum ada solusi dari PT AMGM yang ditawarkan ke lingkungannya. Penyaluran bantuan air sama sekali belum dirasakan mereka kendati gangguan sudah terjadi sejak akhir tahun lalu.

Hal senada juga disampaikan pelanggan PT AMGM di wilayah Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Ida Sri Darmawati. Pemberitahuan secara luas terkait akan adanya gangguan distribusi air tidak dilakukan pihak perusahaan.

“Minimal kalau ada pemberitahuan sebelumnya kami bisa menampung air sekadar untuk sekadar mandi dan wudhu,” keluhnya. (ida/r3)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#air #AMGM #pdam #gangguan #air minum