LombokPost-Pelabuhan Tawun Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar) menjadi lokasi kegiatan konservasi laut yang menarik dan edukatif dengan kehadiran Seapark Kayak Adventure.
"Di Sekotong kita sudah punya atraksi snorkeling, diving bahkan paralayang. Nah sekarang kita punya atraksi baru lagi yaitu kayak, tentu ini peluang besar bagi pariwisata kita," kata Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar L. Tajudin yang juga hadir dalam kegiatan mengapresiasi event yang dilaksanakan di daerah Sekotong ini.
Dengan adanya event ini ia berharap bisa Lobar bisa menarik perhatian wisatawan lebih luas lagi.
Juga meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kawasan konservasi laut.
Sekaligus mempromosikan potensi wisata bahari yang ada di Lobar.
Kegiatan ini juga harapannya bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Terpisah, Ketua Panitia kegiatan Seapark Kayak Adventure 2024 Imam Fauzi mengatakan, kegiatan olahraga ini masuk dalam kategori minat khusus.
Event ini juga ditujukan untuk mengedukasi masyarakat perihal pengembangan konservasi laut dan sekaligus untuk mengangkat kepariwisataan di Lobar.
"Acara ini sebenarnya kami lakukan untuk tujuan kolaborasi antara olahraga, konservasi dan pariwisata," kata Imam.
Dengan event ini Imam berharap komunitas-komunitas kayak yang ada bisa melirik Lobar sebagai lokasi pilihan melakukan kegiatan kayak.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta lomba kayak dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara berlomba taklukkan laut Sekotong dalam event Seapark Kayak Adventure 2024 pada Sabtu (2/3) lalu.
Setelah sehari sebelumnya para peserta jajal laut sekitar Gili Matra di KLU.
Kemudian Sekotong menjadi tujuan selanjutnya. Mengambil titik start dari Dermaga Tawun Sekotong, para peserta lomba kayak mengayuh sejauh lebih dari 10 kilometer untuk mencapai garis finish di Gili Gede.
Sampai gari finish, peserta mendapatkan pengalungan piagam sebagai tanda penghargaan atas partisipasi mereka dalam kegiatan ini.
Di tempat yang sama, Staf Khusus Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Ade Satari mengatakan jika pemanfaatan kawasan konservasi bisa menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan sehingga pembangunannya harus direncanakan dengan baik.
"Kawasan-kawasan konservasi yang sudah dikembangkan ini harus dibuat dengan sangat cermat agar pembangunannya nanti benar-benar mengedepankan prinsip keberlanjutan," ucap Ade.
Menurutnya sumber protein dunia di masa depan itu datangnya dari kawasan kelautan.
“Jadi harus dijaga apa itu dari ikan yang ditangkap maupun yang dibudidaya," katanya. (chi/r3)
Editor : Kimda Farida