Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tujuh Kapal Pesiar Singgah di Gilimas Bulan Ini, Wisatawan Diarahkan Makan Tidak di Tempat Terbuka

Sanchia Vaneka • Rabu, 13 Maret 2024 | 17:10 WIB
BERKUNJUNG : Kapal pesiar saat sandar di Pelabuhan Gilimas, Lembar beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)
BERKUNJUNG : Kapal pesiar saat sandar di Pelabuhan Gilimas, Lembar beberapa waktu lalu. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost--Ribuan wisatawan menggunakan kapal pesiar dijadwalkan datang ke Lombok melalui Pelabuhan Gilimas, Lembar pertengahan bulan ini.

”Ada 7 kapal pesiar pada Maret ini,” kata Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar Irman Sumantri saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu. 

Jadwal kedatangan kapal pesiar yang bertepatan dengan momentum bulan Ramadan ini menurutnya tidak menjadi masalah.

Karena pelayanan sudah disiapkan oleh operator kapal.

Untuk makanan juga sudah disediakan hotel.

Ditambah lagi dengan waktu kunjungan yang tidak terlampau lama.

Hanya sekitar setengah hari, seperti dari jam 07.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita. 

”Respons operator kapal tidak ada masalah. Bahkan bekerja di bulan puasa akan lebih ringan karena tidak banyak mempersiapkan apa-apa. Tapi tetap pada pos pos tertentu itu disiapkan,” jelasnya. 

Irman menyebut tidak ada penekanan untuk turis dilarang makan di luar kapal.

Tetapi pihaknya tetap memberikan informasi bahwa saat ini adalah Ramadan sehingga ketika makan sebaiknya tidak dilakukan di tempat terbuka. 

”Itu pemahaman aja. Jadi kalau memberi pembatasan agak berat. Kalau sudah diberikan pemahaman mereka akan respect,” terangnya. 

 

Mengenai destinasi wisata, ia menilai Lobar menjadi tujuan yang paling banyak dikunjungi wisatawan, seperti Senggigi, Narmada, dan Lingsar.

Kemudian ke Mataram hanya mengunjungi Museum NTB saja. 

”Kemarin juga kita coba ke bagian Sekotong,” ucapnya. 

Ia menyebut, jenis destinasi wisata yang ditawarkan kepada turis saat bulan Ramadan lebih kepada ekonomi kreatif (ekraf).

Seperti handicraft atau wood carving yang ada di Pasar Sesela atau Pasar Seni Senggigi.

Tidak bernuansa kuliner, seperti yang dilakukan pada hari biasanya.

Juga tidak menyiapkan wisata religi atau yang bernuansa Ramadan selama bulan puasa ini.

Dispar hanya mengandalkan kerja sama dengan hotel-hotel yang akan menyiapkan takjil atau lainnya. 

”Kayak Aruna itu kan biasanya kasih takjil ke bis-bis,” katanya. 

Untuk diketahui, jumlah kapal pesiar yang akan berkunjung ke Lombok selama 2024 sebanyak 27 kapal.

Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumya yang hanya membawa belasan kapal pesiar.

Selama bulan Ramadan atau Maret saja, terhitung 7 kapal pesiar yang akan datang.

Kemudian disusul pada April bakal ada 3 kapal pesiar.

Wisatawan yang berkunjung berasal dari Australia, New Zealand, dan wilayah Eropa. 

”Ini pertanda bagus. Semoga tahun depan bisa semakin bertambah lagi jumlah kunjungannya,” harapnya. (chi/r12) 

Editor : Kimda Farida
#pesiar #kapal #Gilimas