LombokPost-Wisatawan mengeluhkan sampah yang ada di perairan Gili Nanggu, Desa Sekotong Barat.
Kades Sekotong Barat mengklaim tumpukan sampah tersebut merupakan sampah kiriman.
”Bukan di Gili Nanggu saja, kalau sudah musim hujan dan angin timur, semua sampah kiriman akan ke wilayah kami,” kata Kades Sekotong Barat Saharudin.
Saharudin menjelaskan sampah kiriman tersebut sudah biasa terjadi tiap musim hujan dan angin timur. Sampah tersebut membuat perairan Gili Nanggu kotor.
Biasanya, sampah kiriman yang mengotori perairan di Gili Nanggu bersumber dari kali yang ada di wilayah Mapak, Ampenan, kemudian Kuranji, Labuapi, hingga sampah dari wilayah Gerung.
”Semua akan ke wilayah kami, dan biasanya dibersihkan setelah musim angin timur selesai,” paparnya.
Namun, pihaknya tetap akan berkoordinasi agar kondisi tersebut tidak lagi menjadi keluhan wisatawan.
Bahkan kata dia, sampah-sampah yang ada di perairan Gili Nanggu itu rutin dibersihkan pengelola.
”Selama ini pihak pengelola yang rutin membersihkan,” cetusnya.
Menurut Saharudin, saat ini solusinya untuk bisa membersihkan sampah tersebut secara keseluruhan hanya bisa menunggu hingga selesai musim hujan dan angin timur.
Terlebih kondisi cuaca saat ini yang masih terbilang buruk dengan ombak yang cukup besar.
”Karena kalau masih musim hujan, sekarang dibersihkan, besok pasti sampahnya datang lagi. Apalagi disertai musim angin timur, ombak besar, angin kencang,” tandasnya. (chi/r12)
Editor : Redaksi Lombok Post