LombokPost-Polres Lombok Barat tengah mengusut kasus penyerangan warga di Dusun Montong Buwuh, Desa Meninting Kecamatan Batulayar, Jumat (10/5). Penyerangan yang diduga dilakukan sekelompok warga luar Lobar tersebut menyebabkan dua warga Meninting mengalami luka tebasan hingga dilarikan ke rumah sakit.
“Untuk penanganan siapa pelakunya, kami masih menunggu laporan dari pihak keluarga korban. Kami mendengar anak korban melapor ke Polda NTB,” kata Kapolres Lobar AKBP Bagus Nyoman Gede Junaidi di ruangannya, Sabtu (11/5).
Pria yang akrab disapa Jun ini menegaskan pihaknya akan menangani kasus ini dengan serius. Hingga menindak tegas pelakunya. Pihaknya segera berkolaborasi dengan Polda NTB dalam penanganan kasus tersebut dengan serius.
“Dari laporan yang saya terima terdapat dua korban mengalami luka dan sudah dibawa ke rumah sakit dilakukan pengobatan,” katanya.
Jun menerangkan selain dengan Polda NTB, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Polres Lombok Tengah (Loteng). Lantaran diduga penyerangan itu dilakukan oknum warga salah satu Desa di Loteng.
“Tadi pagi bapak kapolres Lombok Tengah koordinasi dengan saya, agar kita bersama-sama menjaga kondusifitas. Artinya menahan warganya agar tidak ada aksi-aksi balasan atau tindakan lain yang merugikan,” terangnya.
Sejauh ini kondisi para korban sudah berangsur baik. Sebelumnya korban yang berusia 34 tahun mengalami luka di lengan. Sedangkan korban berusia 69 tahun mengalami luka di bagian belakang. "Tidak ada yang dalam kondisi kritis dan semua sudah ditanganin pihak rumah sakit,” tuturnya.
Sejauh ini kondisi kawasan Montong sudah berangsung kondusif pasca kejadian keributan sekitar pukul 23.00 Wita, Jumat itu. Kejadian yang terjadi malam hari itu diduga disebabkan permasalahan sepele. Langkah penanganan awal sudah dilakukan kepolisian. Baik melakukan olah TKP hingga mengumpulkan keterangan saksi warga yang ada di ;okasi kejadian.
Dari informasi yang diperoleh penyebab awal kejadian itu diawali adanya pengendara yang berboncengan diduga menyerempet dengan berkata-kata kasar. Warga Montong yang mendegar hal itu lantas mengejar dan memperingati tindakan warga yang diduga berasal dari salah satu desa di Luar Lobar tersebut. kejadian itu terjadi sekitar pukul 19.30 Wita.
“Ada peringatan mungkin ada sedikit terjadi pemukulan. Setelah itu dia disuruh pergi, nah setelah disuruh pergi itu mungkin merasa tidak terima dan kembali membawa temen-temannya melakukan pengeroyokan,” bebernya.
Terkait dugaan senjata tajam yang digunakan, Bagus mengaku masih melakukan pendalaman. Namun ia tak membantah dari video masyarakat yang beredar, massa juga melakukan pengerusakan sejumlah lapak pedangan di kawasan Montong.
“Mereka membawa teman-temannya datang ke situ mencari pelaku siapa yang memukul dia, sambil mencari itu melakukan pengerusakan,” tandasnya. (chi/r12)
Editor : Pujo Nugroho