Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keributan di Montong Buwuh, Kades Meninting Harap Tidak Terulang

Sanchia Vaneka • Senin, 13 Mei 2024 | 17:25 WIB
KERIBUTAN: Kondisi lapak yang dirusak saat keributan di Montong Buwuh, Meninting, beberapa waktu lalu.
KERIBUTAN: Kondisi lapak yang dirusak saat keributan di Montong Buwuh, Meninting, beberapa waktu lalu.

LombokPost-Keributan yang terjadi di Montong Buwuh, Meninting, Batulayar sempat menggemparkan warga Lombok Barat (Lobar).

Pemdes Meninting berharap kasus ini bisa ditangani dengan baik oleh penegak hukum. 

”Saya selaku pemerintah desa bersama stekholder, tokoh masyarakat dan tokoh agama dan kapolsek berusaha meredam masyarakat disini. Kami tidak mau timbul masalah baru. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Kepala Desa Meninting Mahnan Herianto. 

Menurut Mahnan, Pemkab Lobar bersama aparat kepolisian sudah turun langsung melakukan penanganan atas dugaan penyerangan tersebut.

Karena imbas dari keributan tersebut menyebabkan dua warga mengalami luka parah.

Kejadian penyerangan di Desa Meninting itu sempat viral di media sosial.

Video penyerangan segerombolan orang itu bahkan membuat warga maupun pengendara tidak berani melintasi jalur Meninting-Batulayar.

Mahnan menceritakan, dari informasi yang dihimpun dari warga, kejadian itu bermula diduga akibat beberapa pemuda asal luar desa itu mengendarai motor dari arah Batulayar menuju Mataram dengan ugal-ugalan.

Hingga menyerempet warga Montong sekitar malam hari.

Akibatnya warga setempat menegur sejumlah pemuda tersebut. Merasa tersinggung dan tak terima ditegur, mereka lantas melontarkan kata-kata kasar yang membuat warga setempat marah.

Merasa dikejar warga, sejumlah pemuda itu lantas pergi dan meninggalkan satu unit motornya.

Dimana salah satunya disinyalir adalah anak seorang kades di Loteng. 

”Namanya anak muda mungkin dia trek-trekan terus kebetulan ada warga kita yang pulang jemput istrinya terjadi insiden. Muncul kata-kata tidak mengenakan lalu tersingung, nah dikejar warga. Itu awalnya,” terang Mahnan. 

Sementara itu, satu sepeda motor yang ditinggal sudah diamankan di Polsek Batulayar.

Namun kabar yang diterima warga desa luar Lobar tersebut justru menyebutkan sepeda motor itu dibakar.

Hal itu yang diduga menjadi pemicu warga luar lobar itu datang dan menyerang.

”Padahal motornya diamankan di Polsek Batulayar agar tidak ada perusakan. Dan masih utuh di sana, dan saksinya Bhabinkamtibmas,” jelasnya.

Pihaknya tak mengetahui berita apa yang didengar warga desa dari Loteng tersebut, hingga datang ke Montong Buwuh membawa senjata tajam. Sehingga terjadi keributan yang membuat suasana malam itu mencekam.

”Kita tidak tahu ini siapa yang provokasi,” cetusnya.

Tragisnya, serangan  itu membuat dua warga mengalami luka tebasan.

Selain itu, sejumlah lapak atau rombong pedagang yang sepanjang jalur Montong dirusak. 

”Salah satu yang parah lukanya itu warga kami pak Mali di bagian kepalanya. Ada lapak siapapun di situ dirusak,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Batulayar Kompol I Putu Kardhianto mengatakan pasca kejadian tersebut, Polsek Batulayar melakukan pengamanan dan olah TKP.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi atas kejadian itu.

Serta menyerahkan semuanya pada proses hukum yang sedang berjalan.

”Sudah kita arahkan keluarga korban membuat laporan ke kepolisian untuk menjadi dasar. Dan sekarang sedang bergerak ke Polda untuk melaporkan,” kata Kapolsek Batulayar Kompol I Putu Kardhianto. (chi/r12) 

Editor : Kimda Farida
#Lobar #montong #Meninting