LombokPost-Pemkab Lombok Barat akan mengganti kerusakan lapak warga yang timbul akibat keributan di Montong Buwuh, Meninting Batu Layar.
Selain ganti rugi lapak yang rusak, pemkab juga menanggung biaya pengobatan korban.
”Sudah kita sampaikan bahwa biaya untuk pengobatan korban kita gratiskan ditanggung Pemkab Lobar,” kata Pj Sekda Lobar Fauzan Husniadi, saat diwawancarai.
Fauzan menjelaskan mengingat lokasi kerusuhan adalah tempat perputaran ekonomi warga Meninting, Batulayar dan sekitarnya.
Pj Sekda sudah meminta Pemdes Meninting untuk mendata lapak dan toko masyarakat yang rusak akibat keributan tersebut.
Pemkab berharap data lapak rusak itu bisa segera diterima. Karena ini berkaitan dengan usaha yang menjadi mata pencaharian masyarakat.
Fauzan meminta pihak pemdes untuk segera mendata gerobak yang rusak, untuk segera diganti kembali.
”Karena ini daerah wisata, banyak orang yang mencari nafkah di sini. Kita pulihkan segera untuk itu," ucapnya.
Menurut Fauzan, pemkab sudah melakukan komunikasi dengan Pemkab Lombok Tengah terkait dengan kasus ini.
Sehingga dirinya berharap tidak memicu hal serupa yang akan terjadi kedepannya.
”Ini kan hasil komunikasi saja. Sekda Loteng tadi malam menanyakan bagaimana kabar korban, saya menjawab masih dalam masa pemulihan. Saya tidak tahu apa selanjutnya yang akan mereka lakukan,” jelasnya.
Terpisah, Kades Meninting Mahnan Hariyanto mengakui bahwa hingga saat ini, pemkab telah membiayai pengobatan para korban yang masih dirawat di rumah sakit.
”Kemarin ada tagihan dari rumah sakit hampir Rp 25 juta, itu sudah langsung saya sampaikan. Hanya jarak setengah jam selesai,” kata Mahnan di kantornya.
Mahnan menjelaskan bahwa diminta untuk mendata kerugian dari masyarakat akibat kerusuhan tersebut.
Dari data yang telah dihimpun pihaknya, kerusakan yang timbul mencapai tujuh unit yang terdiri dari apotek, toko sembako dan gerobak PKL yang berjualan di ruas jalan tersebut.
Ada juga korban yang merupakan orang luar Lobar yang mengalami luka dan gerobaknya rusak.
”Insyaallah sudah ada niat baik pemkab untuk mengganti,” katanya.
Pemdes mengapresiasi kepedulian pemkab kepada masyarakat yang menjadi korban.
Serta perhatian yaang diberikan sebagai upaya untuk dapat menjaga kondusivitas daerah.
Dari hasil kunjungannya bersama APDESI, saat ini kondisi para korban yang masih di rumah sakit sudah mulai membaik.
”Alhamdulillah sudah mulai membaik, sudah dipindahkan dari ICU,” tandasnya. (chi/r12)
Editor : Kimda Farida