Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KPU Prediksi Peluang Konflik di Pilkada Lobar Lebih Besar

Sanchia Vaneka • Rabu, 29 Mei 2024 | 12:37 WIB
Lalu Rudi Iskandar. (CHIA/LOMBOK POST )
Lalu Rudi Iskandar. (CHIA/LOMBOK POST )

LombokPost-Kontestasi politik di Lombok Barat (Lobar) jelang pilkada terlihat kian memanas.

KPU Lobar memprediksi gesekan politik dalam Pilkada nanti justru lebih rentan dibandingkan dengan Pemilu pada Februari lalu. 

”Akan jauh lebih tinggi potensi konflik di pilkada ini,” kata Ketua KPU Lobar Lalu Rudi Iskandar.

Menurut Rudi, pilkada ini kemasannya dinilai lebih sederhana.

Mulai dari kontestan politik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Karena jika dalam pemilu lalu kontestasnnya adalah partai politik (parpol).

Di mana parpol ini mengikutsertakan calon legislatif yang jumlahnya ratusan.

Sehingga menyebabkan fokus dukungan masyarakat terbagi.

”Kalau pilkada itu sederhana, calonnya kelihatan, yang turun ke masyarakat itu calonnya langsung. Dan maksimal empat pasangan calon,” jelasnya.

Perhatian masyarakat hanya akan fokus terhadap pasangan calon kepala daerah tersebut saja.

Sehingga, dia menilai kedekatan para calon kepala daerah dengan masyarakat yang berpotensi menjadi calon pemilihnya itu sangat tinggi.

”Sehingga mereka saling memperhatikan satu sama lain. Tidak hanya paslon, tetapi juga sesama pendukung,” bebernya.

Hal itu lah yang dianggapnya rentan menimbulkan gesekan secara horizontal.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut KPU memulai dari perbaikan SDM dalam kelembagaan penyelenggara.

Agar penyelenggara pilkada yang terlibat diharapkan sungguh-sungguh bekerja sesuai dengan norma dan perundang-undangan yang berlaku.

Senada dengan itu, Ketua Bawaslu Lobar Rizal Umami juga mengatakan hal yang sama. Bahwa pilkada ini masyarakat bersentuhan langsung dengan calonnya.

Dengan itu pihaknya sangat melakukan pemilihan ketat untuk panwascam yang terdeteksi tidak berafiliasi kepada salah satu pihak. 

”Sehingga kita menghindari afiliasi-afiliasi atau pembicaraan itu,” tandasnya. (chi/r12)

Editor : Kimda Farida
#Lobar #Pilkada