LombokPost-Angka kasus sebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Lobar mulai menurun.
Meski hingga saat ini, status KLB masih belum dicabut sejak sepekan ditetapkan.
”Data pekan ketiga bulan ini dari 65 kasus pekan sebelumnya turun menjadi 35 kasus. Terjadi penurunan sekitar 50 persen,” kata Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes Lobar Suhaili, Kamis (27/6).
Suhaili menjelaskan setelah melakukan tindakan penanganan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serempak di Lobar, target status KLB diupayakan berhenti dalam jangka waktu dua pekan.
Dapat dilihat dari penurunan kasus yang terjadi sudah di angka 50 persen. Data masih terhitung secara kumulatif per kabupaten, belum dirincikan per kecamatan.
”Laporan data kasus DBD ini terus update tiap pekan. Untuk laporan pekan keempat bulan ini akan selesai hari ini. Nanti penilaian terhadap data tersebut dilakukan Sabtu,” jelasnya.
Menurut Suhaili, sejak gerakan PSN dilakukan, permintaan fogging dari masyarakat ke Dikes Lobar juga berkurang. Ini menunjukkan gerakan PSN mampu menekan angka kasus DBD di Lobar. Sehingga status KLB DBD dapat dengan segera dicabut.
”Akhir-akhir ini tidak ada permintaan fogging yang masuk ke Dikes. Kalau jumlah kasusnya di bawah 20 per pekan. Maka kasus ini bisa dikatakan turun,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Lobar Lalu Irwan meminta agar gerakan PSN serentak harus masif dilakukan.
Selain itu juga perlu ditingkatkannya adalah kegiatan promosi kesehatan (Promkes). Karena memiliki manfaat besar untuk pencegahan ke masyarakat.
”Kami akan tanya bagaimana sih Promkes kita. Apakah jalan, ada anggaran atau tidak," tanyanya.
Terpisah Kepala Desa (Kades) Sekotong Tengah M. Burham mengatakan pihaknya berupaya memberantas nyamuk penyebab DBD dengan gotong royong bersama segenap unsur desa, warga dan puskesmas.
Gotong royong dilakukan di berbagai daerah di desanya. Pihaknya juga sudah membuat imbauan kepada masyarakat melalui kadus agar warga menjaga kebersihan rumah dan lingkungan masing-masing.
”Ini berbagai upaya yang kami lakukan mencegah DBD,” singkatnya.
Diketahui, Sekotong menjadi kecamatan dengan angka kasus DBD tertinggi di Lobar. Dengan 56 kasus dari Januari hingg Mei tahun ini. (chi/r12)
Editor : Kimda Farida