Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ponpes Aziziyah Dukung Aparat Penegak Hukum Usut Dugaan Penganiayaan Santrinya

Sanchia Vaneka • Jumat, 28 Juni 2024 | 10:59 WIB
Diduga terjadi penganiayaan santriwati di Ponpes Al Aziziyah, Gunungsari, Lombok Barat. (IST/LOMBOK POST)
Diduga terjadi penganiayaan santriwati di Ponpes Al Aziziyah, Gunungsari, Lombok Barat. (IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Isu penganiayaan yang terjadi di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Aziziyah, Gunungsari, yang menimpa salah seorang santriwati terus memanas di kalangan masyarakat.

Pihak Ponpes Al-Aziziyah  mendukung pengusutan terkait isu tersebut. Agar tidak menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran di tengah masyarakat. 

”Sejak awal kami sangat terbuka kepada pihak manapun yang ingin mendapatkan informasi ataupun melakukan investigasi,” kata Pengasuh Ponpes Al-Aziziyah Amirudin. 

Amirudin menjelaskan tuduhan mengenai penganiayaan santriwati dengan pemukulan tersebut masih perlu dibuktikan.

Artinya ponpes tidak membantah, hanya saja perlu informasi berimbang baik dari pihak rumah sakit dan ponpes. Pihaknya sampai saat ini masih menunggu penjelasan pihak rumah sakit karena sebelumnya ada riwayat sakit.

Kemungkinan bakteri yang disebabkan jarum berkarat. 

”Sejak awal kami bukan membantah. Tapi memberikan informasi berimbang,” terangnya.

Menurut Amirudin, ponpes bersimpati dan tidak menginginkan penganiayaan terjadi jika terbukti benar.

”Orang tua mana yang  menghendaki peristiwa ini terjadi. Tidak ada. Pasti tidak ada. Karena itu kami sangat bersimpati dan sangat merasakan apa yg dirasakan pihak keluarga,” tandasnya.

Terpisah, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Lobar Muliarta mengatakan pihaknya sudah langsung turun ke Ponpes Al-Aziziyah bersama Kepala Kemenag Lobar.

Hingga saat ini belum ada yang membuktikan isu penganiayaan kepada santriwati tersebut. 

”Kan ini baru isu saja. Kita tunggu hasil visumnya. Karena belum ada penyerahan hasil visum,” katanya. 

Bahkan, pihak Ponpes Aziziyah mempersilakan rekaman CCTV yang berada di tiap ruang asrama kepada pihak berwenang. Agar proses penyelidikan berjalan dengan klir dan lancar.

”Jadi biar terbuka gamblang, silakan buka CCTV dimana ada pemukulan,” ucapnya. 

Muliarta menghimbau untuk mencegah terjadinya kasus seperti ini lagi di ponpes yang lain, maka perlu adanya perbaikan pada manajemen ponpes.  

”Kami mensosialisasikan untuk merubah manajemen yang ada. Dari yang dulu menjadi yang sekarang seperti kurikulum merdeka,” tandasnya. (chi/r12) 

Editor : Kimda Farida
#Ponpes #Lobar #Kekerasan