LombokPost-Pemkab Lobar menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan.
Hal tersebut, untuk mengantisipasi terjadinya resiko dampak bencana kekeringan yang terjadi di sebagian wilayah Lobar memasuki musim kemarau.
”Masih kita tetapkan sebagai siaga darurat semua,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar Hartono kepada Lombok Post akhir pekan lalu.
Hartono menjelaskan beberapa kecamatan yang telah terdampak kekeringan antara lain Sekotong, Lembar, Gerung, Kuripan, dan Batulayar.
Melihat jumlah kecamatan yang terdampak tersebut, pemkab mulai menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan sejak 14 Juni ini hingga 31 Desember mendatang.
”Ini masih siaga, kalau memang nanti ada perkembangan akan kita tingkatkan menjadi tanggap darurat di Agustus. Kalau memang masyarakat sudah sangat membutuhkan air bersih,” jelasnya.
Secara rinci, di Kecamatan Sekotong ada lima desa yang terdampak kekeringan. Dengan jumlah penduduk paling banyak terdampak di Desa Sekotong Tengah dengan 2.382 jiwa. Kemudian Kecamatan Sekotong ada tiga desa yang terdampak.
Dengan jumlah penduduk terdampak paling banyak ada di Desa Labuan Tereng dengan 2.340 jiwa.
Kemudian di Gerung ada Desa Banyu Urip dan Tempos. Yang lebih banyak terdampak ada di Desa Banyu Urip dengan 1.272 jiwa. Selanjutnya, di Kecamatan Kuripan ada tiga desa terdampak. Yang paling banyak terdampak ada di Desa Giri Sasak dengan jumlah penduduk 2.556 jiwa.
Terakhir di Kecamatan Batu Layar, ada tiga desa terdampak kekeringan. Desa Bengkaung menjadi yang tertinggi dengan 966 penduduk.
”Menurut BMKG yang paling parah di Labuan Tereng, Lembar itu. Yang sudah masuk suratnya untuk distribusi air bersih dari Desa Banyu Urip, Penunggak, dan Kuripan Selatan,” terangnya.
Terkait dengan anggaran yang tersedia untuk antisipasi kekeringan, jumlahnya tidak banyak.
Terlebih jika kekeringan masuk dalam status tanggap bencana. Kemudian akan dianggarkan melalui belanja tidak terduga (BTT). Sehingga, cadangan air untuk pendistribusian bekerja sama dengan pihak terkait seperti Dinas Sosial, PMI, Damkar, Polri, Bank NTB, BPBD NTB, dan PDAM Giri Menang.
Sementara itu, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Lobar menggelar distribusi air bersih di Dusun Tunggulawang Barat, Desa Kuripan Selatan, Kuripan.
”Kami menyadari betapa pentingnya air bersih bagi kehidupan sehari-hari. Terutama di tengah kondisi kekeringan, karena itu kami bekerja sama dengan Damkar Lobar untuk mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah yang paling terdampak,” kata Sertu Iwan Febriawan.
Proses distribusi air dilakukan setelah melalui beberapa tahapan mulai dari penentuan lokasi yang paling membutuhkan hingga teknis pembagian air kepada warga.
”Kami juga memastikan agar proses distribusi ini dilakukan dengan tertib dan merata sehingga seluruh warga yang membutuhkan dapat terlayani dengan baik,” katanya.
Terpisah Kadus Tunggulawang Barat Ruslan mengapresiasi bantuan air bersih yang diberikan terhadap warganya.
”Kami sangat berterima kasih kepada yang sudah membantu kami mendapatkan air bersih. Semoga kegiatan ini terus berlanjut sampai kekeringan berakhir,” pungkasnya. (chi/r12)
Editor : Kimda Farida