LombokPost-Pengerjaan proyek bendungan Meninting diperpanjang hingga semester kedua tahun ini.
Meningat target peresmian proyek strategis nasional (PSN) seharusnya dilakukan Agustus ini.
”Harapan kami waktu kedatangan menteri Juni itu kondisi cuaca cerah. Tapi, hujan itu berakhir turun pada 3 Agustus, jadi agak sedikit ada perubahan dari ramalan cuaca. Sehingga kami tidak dapat melakukan proses penimbunan maksimal,” kata PPK Bendungan Meninting Lalu M Asgar, Rabu (22/8).
Asgar tak menampik, target untuk peresmian Bendungan Meninting ini rencananya molor dari target. Sesuai dengan kontrak awal ditargetkan tuntas pada 31 Juni.
Namun molor karena kondisi cuaca yang menghambat proses penimbunan bendungan.
Proyek dengan anggaran Rp 1,4 triliun itu kemudian diberikan disepensasi atau perpanjangan hingga semester kedua tahun ini atau September hingga awal Oktober nanti.
Dengan harapan pengerjaan penimbunan dapat dilakukan secara maksimal Agustus ini. Jika cuaca cerah, maka volume penimbunan dapat ditingkatkan.
”Karena penimbunan pada kondisi normalnya itu biasanya kita mencapai 10 sampai 12 ribu per hari,” ucapnya.
Menurut Asgar, hingga 22 Agutus ini, progres pengerjaan bendungan Meninting mencapai 88,13 persen. Pengerjaan yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah penimbunan. Sekitar hampir 800 ribu meter kubik yang belum dilakukan penimbunan.
”Kami akan usahakan selesai semester dua ini. Tentunya, kami akan terus memacu pengerjaan ini siang dan malam,” katanya.
Asgar menjelaskan volume 800 ribu meter kubik yang belum dilakukan penimbunan akan dikejar dalam kurun waktu sekitar dua bulan atau 60 hari.
Jika sudah tuntas dapat dilakukan pengisian. Kemudian, jika sudah dilakukan pengisian dengan target tertentu dan bangunan pelengkap dapat diresmikan.
Pihaknya terus mengupayakan dalam kondisi cuaca yang tidak menentu ini untuk terus menjaga keamanan material yang digunakan.
Seperti melakukan berbagai treatment untuk mempercepat pelaksanaan. Mulai dari penjemuran dan blower.
Lebih lanjut, Asgar menjelaskan terkait dengan impounding pengisian awal bendungan akan dilakukan pada elevasi air 200. Itu yang diharapkan dapat terus digenjot dengan mengutamakan stabilitas bendungan.
”Karena dari segi material tipe timbunan tanah ini, kontradiksi dengan cuaca yang hujan,” tandasnya.
Sebelumnya, juru bicara kementerian PUPR RI Endra S Atmawidjaja mengatakan pembangunan mega proyek yang berjalan sejak 2020 ditarget rampung Agustus. (chi)
Editor : Kimda Farida