Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tim Pengabdi Langkah Muda Unram Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini di Desa Langko

nur cahaya • Jumat, 30 Agustus 2024 | 09:10 WIB

Berikan informasi kesehatan bagi masyarakat dan kampanye kesehatan di Desa Langko.
Berikan informasi kesehatan bagi masyarakat dan kampanye kesehatan di Desa Langko.
LombokPost--Tim Pengabdi Langkah Muda dari Univeritas Mataram (Unram) memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Sabtu (17/8)

Tema yang diangkat tentang Pencegahan Pernikahan Usia Anak dan Pentingnya Pendidikan di Lombok Barat.

Program Proyek Membangun Desa (PMD) Merdeka Belajar Kampus Merdeka Unram ini mengangkat tema "Education for the Future".


Kegiatan ini bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79, sehingga menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang dampak negatif pernikahan usia anak.

"Campaign ini bertujuan untuk memberikan edukasi pencegahan pernikahan usia anak dan mempromosikan pentingnya pendidikan bagi generasi muda," kata Ketua Tim Pengabdi Langkah Muda Noralia Claudea.

Menurut Konvensi Hak Anak, anak-anak berusia di bawah 18 tahun memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan mencapai masa depan berkualitas.

Sayangnya, anak-anak di rentang usia 10-18 tahun masih kerap terjebak dalam pernikahan usia anak, yang seringkali disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk rendahnya kesadaran akan dampak negatifnya.

Dalam banyak kasus, pernikahan usia anak menyebabkan terputusnya pendidikan dan membatasi peluang masa depan anak.

Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan lebih dari 100 peserta dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Edukasi dilakukan melalui pendekatan interaktif yang menyasar seluruh tingkatan masyarakat.

"Tujuan program ini adalah memberikan pemahaman mengenai risiko pernikahan usia anak dan mendorong anak-anak untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin guna mencapai cita-cita mereka," ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya sebatas kampanye edukasi, tetapi juga diramaikan dengan lomba-lomba interaktif seperti balap karung, estafet ragam, dan kuis bergilir.


Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membuat edukasi menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.

Tim Pengabdi Langkah Muda juga berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Prodi Kedokteran Universitas Mataram, yang turut membantu menyukseskan kegiatan cek kesehatan bagi masyarakat Desa Langko.

Sementara itu, Kepala Desa Langko Mawardi, turut menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh tim pengabdi Langkah Muda.

Mawardi menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendidik generasi muda.

"Kami berharap melalui program ini, dapat meningkatkan perhatian masyarakat di Desa Langko terhadap situasi yang ada, terutama terkait dengan perlindungan hak anak. Kami juga mengapresiasi langkah dari mahasiswa dalam memberikan edukasi yang bermanfaat bagi desa kami," jelasnya.

Acara kemudian diakhiri dengan sesi penulisan harapan dan cap tangan para generasi muda di Desa Langko.

Diharapkan melalui sesi penutupan tersebut semakin meningkatkan motivasi generasi muda untuk mengingat mimpinya dan mencapainya melalui pendidikan sehingga dapat terhindar dari kasus pernikahan di usia anak. (nur)

Editor : Kimda Farida
#Unram #Langko #pernikahan usia anak #muda